Ribuan Motor hingga Sepatu di Kasus MBG Tak Dilakukan Penyitaan, Ini Alasannya
Hal itu dikarenakan, barang-barang tersebut sudah terlanjur didistribusikan ke berbagai daerah.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Kejaksaan Agung (Kejagung), Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan ribuan motor listrik, televisi, tablet hingga sepatu yang menjadi temuan dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak dilakukan penyitaan.
Hal itu dikarenakan, barang-barang tersebut sudah terlanjur didistribusikan ke berbagai daerah.
“Enggak (disita), kalau barangnya kan sudah distribusi di daerah,” kata Syarief kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).
Sebelumnya Kejaksaan Agung mengungkap adanya dugaan mark up dalam sejumlah proyek pengadaan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Temuan itu antara lain pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp 1,03 triliun, 32 ribu pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.
Meski demikian, penyidik belum dapat memastikan besaran penggelembungan harga dalam proyek-proyek tersebut.
Saat ditanya persentase mark up yang ditemukan penyidik, Syarief menyebut angka pastinya masih dalam proses penghitungan.
“Nanti masih dihitung angka pastinya,” ujarnya.
Dalami Aliran Anggaran
Penyidik saat ini masih terus mendalami aliran anggaran dan mekanisme pengadaan barang dalam program MBG yang diduga merugikan keuangan negara.
Tak hanya itu, penggeledahan untuk mencari barang bukti juga masih berlangsung. Syarief mengataka n tim penyidik masih bergerak.
“Nanti saya sampaikan hasilnya, kalau enggak sekarang ya besok pagi,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah resmi mencopot Dadan Hindayana dari posisinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada hari Selasa, 2 Juni 2026.
Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga mengalami pergantian setelah melalui proses monitoring dan evaluasi yang berlangsung selama sekitar 1,5 tahun.
Ironisnya, mereka bertiga mengenakan rompi pink khas Kejagung sore ini usai semalam dicopot dari jabatannya.