Seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Ridho Alganiu dilaporkan hilang terseret ombak di kawasan Pattingalloang, Kabupaten Gowa. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 12.30 WITA, saat korban berada di area pemecah ombak.
Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan segera bergerak cepat untuk melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian. Berbagai unsur seperti BPBD Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, dan masyarakat setempat terlibat dalam upaya ini.
Pencarian intensif dilakukan menyusul insiden Ridho yang tiba-tiba terseret ombak besar ke laut lepas. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan warga sekitar.
Advertisement
Advertisement
Peristiwa nahas itu bermula ketika Ridho Alganiu, bocah berusia lima tahun, sedang mandi-mandi bersama keluarganya di pesisir Pattingalloang. Korban berdiri tidak jauh dari batu pemecah ombak, menikmati suasana pantai.
Tanpa disangka, ombak besar datang secara tiba-tiba dan langsung menyeret Ridho ke tengah laut. Orang tua korban, Udin (34) dan Subaidah (33), hanya bisa menyaksikan kejadian mengerikan tersebut.
Insiden ini menyoroti bahaya aktivitas di area pesisir, terutama saat kondisi ombak sedang tidak stabil. Keluarga korban kini berharap Ridho dapat segera ditemukan oleh tim pencari.
Advertisement
Advertisement
Tim SAR gabungan telah memulai pencarian sejak pukul 13.00 WITA, tidak lama setelah laporan diterima. Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Fadli Tahir, memimpin langsung operasi di lokasi kejadian untuk memastikan koordinasi berjalan optimal.
Dalam operasi ini, BPBD Kota Makassar mengerahkan 20 personel, dilengkapi dengan dua unit kapal rescue dan satu unit perahu karet. Mereka menyisir lokasi kejadian dan perairan sekitar untuk menemukan korban.
"Pencarian telah dilakukan sejak jam 1 dan sampai sekarang belum ditemukan," ujar Fadli Tahir. Ia menambahkan bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam upaya pencarian korban Ridho.
Advertisement
Meskipun menghadapi kondisi sulit, tim gabungan tetap bersiaga di lapangan, mengutamakan keselamatan personel. Koordinasi antarunsur terus diperkuat demi keberhasilan misi pencarian ini.
Advertisement
Menyikapi kejadian ini, BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini sangat penting saat beraktivitas di wilayah pesisir.
Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati, terutama saat kondisi ombak tidak stabil atau tinggi. Pengawasan ketat terhadap anak-anak di area pantai menjadi kunci utama untuk mencegah insiden serupa.
Tujuan imbauan ini adalah untuk melindungi keselamatan warga dan meminimalkan risiko kecelakaan di laut. Kesadaran kolektif diharapkan dapat menciptakan lingkungan pesisir yang lebih aman bagi semua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews