Tim SAR Berhasil Evakuasi Anak Tenggelam di Dam Sungai Lombok Timur
Sebuah operasi pencarian intensif oleh tim SAR di Lombok Timur berakhir dengan evakuasi anak tenggelam bernama Alfarizi (12) di Dam Sungai Ketangga. Simak detail kronologi dan imbauan penting bagi keselamatan anak.
Tim SAR gabungan Mataram berhasil mengevakuasi seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang tenggelam di Dam Sungai Desa Ketangga, Lombok Timur. Korban, Alfarizi, ditemukan setelah pencarian intensif pada Sabtu sore. Peristiwa tragis ini mengejutkan warga setempat dan menjadi perhatian serius bagi keselamatan anak-anak di area perairan.
Insiden pilu ini bermula pada pukul 14.00 WITA ketika Alfarizi sedang bermain air di pinggiran dam sungai bersama teman-temannya. Ia terpeleset dan terbentur bebatuan di tepi dam sebelum akhirnya terseret arus deras. Kejadian tersebut dengan cepat dilaporkan oleh warga kepada Basarnas untuk penanganan dan operasi pencarian lebih lanjut.
Menerima laporan darurat tersebut, Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Kayangan segera mengerahkan tim penyelamat. Mereka membawa peralatan air lengkap, termasuk perahu karet dan perlengkapan selam, menuju lokasi kejadian di Kecamatan Pringgabaya. Upaya pencarian dilakukan dengan sigap dan terkoordinasi untuk menemukan korban secepat mungkin.
Kronologi Pencarian dan Penemuan Korban
Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis, menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Alfarizi. "Korban terpeleset dan sempat terbentur bebatuan sebelum akhirnya tenggelam dan hilang di pusaran air dam. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh warga setempat kepada Basarnas," katanya. Laporan cepat dari masyarakat sangat membantu respons tim SAR dalam memulai operasi pencarian.
Tim penyelamat melakukan pencarian intensif selama beberapa jam di sekitar area dam, menyisir setiap sudut yang dicurigai. Berbagai teknik pencarian diterapkan untuk menemukan titik keberadaan korban di bawah permukaan air. Kondisi arus yang bervariasi dan kedalaman dam menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Setelah upaya keras, pada pukul 17.30 WITA, tim akhirnya berhasil menemukan Alfarizi di dasar dam. Korban ditemukan pada kedalaman sekitar dua meter melalui teknik penyelaman oleh personel Pos SAR Kayangan yang terlatih. Penemuan ini mengakhiri penantian cemas keluarga dan warga yang telah menunggu di lokasi.
"Korban atas nama Alfarizi berhasil kami temukan pada pukul 17.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia," ujar M Darwis. Jasad korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga guna proses pemakaman. Proses ini dilakukan sesuai prosedur dan dengan penghormatan terakhir.
Apresiasi dan Imbauan Keselamatan dari Basarnas
M Darwis menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini, termasuk kepolisian, TNI, BPBD, dan masyarakat. "Keberhasilan penemuan korban dalam waktu yang relatif cepat ini merupakan hasil sinergi solid dari berbagai pihak," katanya. Kerja sama yang baik mempercepat proses evakuasi dan penanganan.
Keberhasilan penemuan korban dalam waktu yang relatif cepat menunjukkan koordinasi yang efektif antarlembaga. Ini juga berkat kesigapan tim di lapangan dan informasi akurat yang diberikan oleh warga setempat. Setiap pihak memainkan peran penting dalam operasi penyelamatan yang kompleks ini.
Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan. Pengawasan ketat sangat diperlukan saat anak-anak beraktivitas di sekitar aliran sungai atau dam. Arus dan kondisi medan sungai bisa sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan sewaktu-waktu.
Penting untuk selalu mengingatkan anak-anak tentang bahaya bermain di area perairan yang tidak diawasi atau tanpa pengaman. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama bagi setiap keluarga. Edukasi mengenai risiko di lingkungan sekitar perlu terus digalakkan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews