Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Remaja Hanyut di Sungai Belawan, Ditemukan Meninggal Dunia
Setelah tiga hari pencarian intensif, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi remaja 15 tahun yang hanyut di Sungai Sei Belawan, Deli Serdang, dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR gabungan, dipimpin oleh Kantor Basarnas Kelas A Medan, berhasil mengevakuasi seorang remaja berusia 15 tahun yang terseret arus deras Sungai Sei Belawan di Dusun VI, Desa Pulau Agas, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Korban, bernama Aldo Aditya, ditemukan pada Minggu (17/5) dini hari setelah pencarian intensif selama tiga hari. Peristiwa tragis ini bermula saat korban berenang bersama empat temannya di sungai tersebut pada Jumat (15/5), namun nahas ia kehabisan tenaga dan terseret arus deras.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur dari kepolisian hingga masyarakat setempat. Lokasi penemuan korban berada sekitar 2,5 kilometer dari titik awal kejadian, mengapung di sekitar Jembatan Sungai Sei Belawan.
Operasi pencarian dan pertolongan ini segera dilancarkan setelah Kantor Basarnas Kelas A Medan menerima laporan dari pihak keluarga dan masyarakat setempat. Tim rescue bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan berbagai peralatan pendukung. Koordinasi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini, meskipun korban ditemukan dalam kondisi yang tidak diharapkan.
Kronologi Kejadian Nahas di Sungai Belawan
Insiden tragis yang menimpa Aldo Aditya terjadi pada Jumat (15/5) lalu, saat ia bersama empat orang temannya memutuskan untuk berenang menyeberangi Sungai Sei Belawan. Sungai yang mengalir di Dusun VI, Desa Pulau Agas, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, ini memiliki arus yang cukup deras. Saat mencoba menyeberang, korban diduga kuat kehabisan tenaga sehingga tidak mampu melawan kuatnya arus sungai.
Akibatnya, Aldo Aditya terseret dan hanyut terbawa arus sungai yang deras, meninggalkan teman-temannya dalam kepanikan. Pihak keluarga dan masyarakat setempat segera melaporkan kejadian ini kepada Kantor Basarnas Kelas A Medan. Laporan tersebut memicu respons respons cepat dari tim penyelamat untuk segera memulai operasi pencarian.
Mendapat informasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan langsung mengerahkan tim rescue. Mereka bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya berenang di sungai dengan arus deras, terutama bagi remaja yang mungkin belum sepenuhnya memahami risiko yang ada.
Operasi Pencarian dan Evakuasi Remaja Hanyut
Operasi pencarian korban hanyut ini melibatkan tim SAR gabungan yang solid, terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Polsek Hamparan Perak, BPBD Deli Serdang, TAGANA, perangkat desa setempat, serta masyarakat dan keluarga korban. Hery Marantika menjelaskan, tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif dengan metode kombinasi, meliputi penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai.
Berbagai peralatan canggih dan pendukung dikerahkan untuk memperlancar proses pencarian. Peralatan tersebut meliputi Rescue Hilux Double Cabin, perahu LCR, Aqua Eye, perlengkapan water rescue, peralatan medis, perangkat komunikasi, APD personal, dan kantong jenazah guna mendukung kelancaran proses pencarian dan evakuasi korban. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh, baik di darat maupun di air, untuk memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam upaya menemukan korban.
Setelah tiga hari pencarian yang tak kenal lelah, korban akhirnya ditemukan pada Minggu (17/5) pukul 00.35 WIB. “Korban ditemukan dalam kondisi mengapung dan selanjutnya langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Hery Marantika. Lokasi penemuan korban berada sekitar Jembatan Sungai Sei Belawan, berjarak 2,5 kilometer dari titik awal korban hanyut.
Apresiasi dan Imbauan Kewaspadaan
Atas peristiwa nahas ini, Kantor Basarnas Kelas A Medan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban Aldo Aditya. Pihaknya juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian yang telah menunjukkan dedikasi tinggi. Sinergi antara berbagai lembaga dan masyarakat menjadi faktor krusial dalam upaya penemuan korban.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke kesatuan masing-masing, disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang telah diberikan selama pelaksanaan operasi. Keberhasilan penemuan korban ini adalah hasil dari koordinasi dan kerja keras tim gabungan.
Menyikapi kejadian ini, Basarnas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi risiko di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dan kondisi arus deras. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Edukasi mengenai keselamatan di perairan menjadi penting untuk disampaikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Sumber: AntaraNews