Remaja Hanyut Sungai Belawan Ditemukan Meninggal Dunia, Basarnas Ingatkan Waspada
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad seorang remaja berusia 13 tahun yang hanyut di Sungai Belawan, Deli Serdang. Tragedi remaja hanyut Sungai Belawan ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di area sungai.
Seorang remaja berusia 13 tahun bernama Bagus Prayoga ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di Sungai Sei Belawan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Insiden tragis ini terjadi saat korban sedang mandi bersama teman-temannya di sungai tersebut. Jasad Bagus Prayoga berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu (14/3) malam, setelah upaya pencarian intensif dilakukan.
Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan terlibat dalam operasi evakuasi ini. Penemuan korban tidak jauh dari lokasi awal kejadian, mengakhiri pencarian yang sempat dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang terkait keselamatan di perairan.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, secara resmi mengonfirmasi penemuan jasad korban pada Minggu (15/3). Pihaknya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan tersebut.
Kronologi Tragis di Aliran Sungai Belawan
Peristiwa nahas ini bermula ketika Bagus Prayoga, warga sekitar Sungai Sei Belawan, sedang mandi bersama teman-temannya. Diduga kuat, korban terseret arus deras sungai dan tenggelam tanpa sempat muncul kembali ke permukaan. Teman-teman korban yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan kepada warga sekitar untuk meminta bantuan.
Warga setempat dengan sigap berupaya melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian. Namun, setelah beberapa waktu, Bagus Prayoga belum berhasil ditemukan. Situasi ini mendorong salah seorang warga, Lukman, untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, memohon bantuan operasi SAR.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan. Satu tim rescue berjumlah tujuh orang segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian di Sungai Sei Belawan. Kecepatan respons ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban yang hilang.
Operasi Pencarian dan Evakuasi Tim SAR Gabungan
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat, masyarakat, serta keluarga korban. Proses asesmen awal dilakukan untuk memahami kondisi medan dan menentukan strategi pencarian yang paling efektif. Area di sekitar lokasi kejadian menjadi fokus utama operasi pencarian.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Bagus Prayoga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (14/3) pukul 18.46 WIB. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan hanyut, menunjukkan efektivitas strategi pencarian yang diterapkan.
Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi ke darat oleh tim SAR. Selanjutnya, jenazah Bagus Prayoga diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Seluruh proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara berbagai pihak yang terlibat.
Imbauan Keselamatan dan Apresiasi Atas Kerja Sama
Menyikapi peristiwa tragis ini, Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat. Ia menekankan agar warga lebih waspada terhadap risiko di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dan kondisi arus deras. Kewaspadaan ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Hery Marantika juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian. Unsur-unsur tersebut meliputi pemerintah setempat, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya yang telah bahu-membahu membantu proses pencarian hingga evakuasi korban. Solidaritas ini menjadi kunci keberhasilan operasi SAR.
Dengan ditemukannya jasad Bagus Prayoga, operasi SAR dinyatakan ditutup secara resmi. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke satuan masing-masing. Penutupan operasi ini menandai berakhirnya upaya pencarian dan pertolongan yang telah dilakukan secara maksimal.
Sumber: AntaraNews