PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Tewas di Gaza Sejak Oktober 2025
Komisaris HAM PBB menyebut hampir 1.000 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diumumkan. Mayoritas korban disebut berasal dari kalangan sipil.
Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, menyatakan hampir 1.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak gencatan senjata di Jalur Gaza diumumkan pada Oktober tahun lalu. Menurutnya, sebagian besar korban merupakan warga sipil.
Mengutip Antara, Selasa (16/6/2026), pernyataan tersebut disampaikan Türk dalam sidang ke-62 Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Dalam forum itu, ia menyoroti kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza serta perkembangan situasi di Tepi Barat.
PBB Soroti Pembatasan Bantuan dan Penyempitan Wilayah Warga Gaza
Türk mengatakan otoritas Israel terus mempersempit ruang hidup warga Palestina dengan mendorong penduduk ke wilayah yang semakin terbatas.
Selain itu, distribusi bantuan kemanusiaan disebut masih menghadapi berbagai pembatasan sehingga menyulitkan warga yang terdampak konflik.
Menurut Türk, kondisi tersebut memperburuk situasi kemanusiaan yang telah berlangsung berbulan-bulan di Gaza.
Tepi Barat Jadi Sorotan
Dalam pidatonya, Türk juga menyoroti perkembangan di Tepi Barat. Ia menyebut aktivitas pasukan Israel dan pemukim terus meningkat, termasuk penghancuran permukiman serta penyitaan lahan.
Data yang dipaparkan menunjukkan sedikitnya 57 orang tewas dan hampir 1.300 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, ratusan warga dilaporkan ditangkap dan puluhan perintah penyitaan tanah telah diterbitkan.
Türk turut mengkritik pernyataan sejumlah pejabat senior Israel yang menurutnya mengarah pada pengusiran warga Palestina dari Gaza dan menghambat peluang pembentukan negara Palestina di masa depan.
"Sejumlah pejabat senior Israel terang-terangan berbicara soal pengusiran seluruh warga Palestina dari Gaza, dan penghapusan kemungkinan berdirinya negara Palestina yang layak. Semua ini sepenuhnya ilegal," kata Türk.