Jumlah warga Palestina yang meninggal dunia akibat kebiadaban Israel menyerang Gaza setiap harinya terus bertambah.
Perkembangan terbaru, lebih dari 34.500 warga Palestina telah terbunuh. Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah perempuan dan anak-anak.
Advertisement
Sementara, lebih dari 77.700 lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.
Namun rupanya, jumlah tersebut belum seluruhnya. Badan Pertahanan Sipil Palestina pada Selasa (30/4/2024) kemarin mengungkap fakta terbaru.
Menurutnya, lebih dari 10.000 orang masih hilang di bawah reruntuhan di Jalur Gaza sejak dimulainya serangan brutal Israel terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023.
"Kami memperkirakan ada lebih dari 10.000 orang hilang di bawah reruntuhan ratusan rumah yang hancur sejak dimulainya agresi (Israel)," kata sebuah pernyataan dari Pertahanan Sipil dilansir Anadolu, Rabu (1/5/2024).
Advertisement
Orang-orang yang hilang tersebut tidak termasuk dalam daftar korban tewas Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya menegaskan jumlah korban tewas melebihi 44.000 orang.
"Tim penyelamat mulai mengevakuasi mayat-mayat yang sudah membusuk, dari bawah puing-puing bangunan di Gaza utara," tambahnya.
Seperti diketahui, Israel telah melancarkan serangan brutal di Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023.
Advertisement
Advertisement
Lebih dari enam bulan setelah serangan brutal Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur lebur.
Menurut PBB, hal ini mendorong 85 persen populasi di daerah tersebut mengungsi di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.
Advertisement
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional.
Keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.