Cara mengeringkan kain pel tanpa bau apek menjadi salah satu hal penting yang sering diabaikan setelah membersihkan lantai. Padahal, kain pel yang dibiarkan lembap terlalu lama dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, dan mikroorganisme penyebab bau tidak sedap.
Kain pel yang selalu dalam kondisi basah juga berisiko lebih cepat rusak. Serat kain menjadi mudah rapuh, berubah warna, bahkan mengeluarkan aroma apek yang dapat menyebar ke seluruh ruangan ketika digunakan kembali. Oleh karena itu, proses pengeringan yang benar sama pentingnya dengan cara mencuci kain pel.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana setelah mengepel, Anda dapat memperpanjang umur kain pel sekaligus menjaga kebersihan rumah. Berikut 10 cara mengeringkan kain pel tanpa bau apek agar tetap higienis, tidak mudah berjamur, dan awet digunakan dalam jangka panjang. Lantas, apa saja cara mengeringkan kain pel tanpa bau apek ini? Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (23/7), berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
1. Peras Kain Pel hingga Airnya Benar-Benar Berkurang Sebelum Dijemur
Langkah pertama yang sering dianggap sepele adalah memeras kain pel secara maksimal. Semakin banyak air yang tertinggal di dalam serat kain, semakin lama proses pengeringannya. Kondisi lembap yang berlangsung berjam-jam menjadi lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri.
Gunakan alat pemeras mop apabila tersedia agar air dapat keluar lebih optimal. Jika menggunakan tangan, peras beberapa kali hingga tetesan air hampir tidak ada lagi. Cara ini membantu mempercepat proses pengeringan sekaligus mengurangi risiko munculnya bau apek.
Advertisement
2. Jemur di Tempat yang Mendapatkan Sinar Matahari Langsung
Sinar matahari merupakan cara alami untuk membantu mengeringkan kain pel sekaligus mengurangi pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau.
Pilih area yang mendapatkan sinar matahari selama beberapa jam. Paparan cahaya dan panas membantu menguapkan sisa air lebih cepat dibandingkan menjemur di tempat yang teduh atau lembap. Hindari melipat kain saat dijemur agar seluruh permukaan terkena udara dan cahaya secara merata.
Advertisement
3. Gantung Kain Pel dalam Posisi Terbuka
Cara menggantung kain pel juga memengaruhi kecepatan pengeringan. Hindari menggantung kain dalam posisi menggumpal atau terlipat karena bagian dalam akan tetap basah lebih lama.
Rentangkan serat kain sebanyak mungkin sehingga udara dapat mengalir dari berbagai sisi. Dengan sirkulasi udara yang baik, kelembapan lebih cepat hilang dan bau apek pun dapat dicegah.
Advertisement
4. Jangan Langsung Menyimpan Kain Pel yang Masih Sedikit Lembap Setelah Dijemur
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah langsung menyimpan kain pel setelah bagian luarnya terasa kering. Padahal, bagian dalam serat masih mungkin menyimpan kelembapan.
Pastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum dilipat atau digantung di ruang penyimpanan. Sedikit sisa air saja dapat memicu munculnya jamur dalam waktu singkat, terutama bila disimpan di ruangan tertutup.
Advertisement
5. Bilas Kain Pel dengan Air Bersih Setelah Menggunakan Cairan Pembersih Lantai
Sisa cairan pembersih yang menempel pada kain pel dapat menjadi penyebab munculnya bau jika tidak dibilas dengan baik. Beberapa bahan pembersih juga meninggalkan residu yang membuat kain terasa lengket.
Setelah selesai mengepel, bilas kain menggunakan air mengalir hingga busa atau cairan pembersih benar-benar hilang. Setelah itu, peras kembali sebelum dijemur.
Advertisement
6. Cuci Kain Pel Secara Berkala Menggunakan Sabun agar Kotoran Tidak Menumpuk
Walaupun hanya digunakan untuk membersihkan lantai, kain pel tetap perlu dicuci menggunakan deterjen secara berkala.
Debu, minyak, sisa makanan, hingga kotoran yang menempel dapat menumpuk di antara serat kain. Jika dibiarkan, kotoran tersebut akan menjadi sumber bau tidak sedap meskipun kain sudah dijemur hingga kering. Pencucian rutin membantu menjaga kain tetap bersih dan nyaman digunakan.
Advertisement
7. Hindari Menjemur di Ruangan Tertutup yang Lembap atau Minim Sirkulasi Udara
Menjemur kain pel di kamar mandi atau ruang cuci yang tertutup memang terasa praktis, tetapi proses pengeringannya biasanya berlangsung lebih lama.
Ruangan dengan kelembapan tinggi membuat air sulit menguap. Bila cuaca tidak memungkinkan untuk menjemur di luar, pilih area dekat jendela, balkon, atau gunakan kipas angin agar sirkulasi udara tetap berjalan.
Advertisement
8. Gunakan Rak atau Gantungan Khusus agar Kain Pel Tidak Menyentuh Lantai Saat Dikeringkan
Kain pel yang dibiarkan menyentuh lantai selama proses pengeringan berisiko kembali terkena debu dan kotoran. Selain itu, bagian yang menempel pada lantai akan lebih lambat mengering.
Menggunakan gantungan atau rak khusus membuat kain menggantung bebas sehingga udara dapat mengalir ke seluruh permukaan. Cara sederhana ini juga membantu menjaga kebersihan kain sebelum digunakan kembali.
Advertisement
9. Ganti Kain Pel yang Sudah Terlalu Tipis atau Mengeluarkan Bau Meski Sudah Dicuci
Seiring waktu, serat kain pel akan mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan dan pencucian berulang.
Apabila kain tetap berbau meski sudah dicuci dengan benar atau mulai robek di beberapa bagian, sebaiknya segera diganti. Menggunakan kain pel yang sudah usang justru membuat proses membersihkan lantai menjadi kurang maksimal dan dapat menyebarkan bau tidak sedap.
Advertisement
10. Simpan Kain Pel di Tempat Kering dengan Sirkulasi Udara yang Baik Setelah Digunakan
Setelah benar-benar kering, simpan kain pel di lokasi yang tidak lembap. Hindari meletakkannya di ember tertutup atau sudut ruangan yang minim ventilasi.
Penyimpanan yang baik membantu mempertahankan kondisi kain hingga waktu penggunaan berikutnya. Jika memungkinkan, gantung kain pel agar udara tetap mengalir di sekitarnya sehingga risiko bau apek semakin kecil.
Advertisement
Menjaga Kain Pel Tetap Bersih Sama Pentingnya dengan Menjaga Kebersihan Lantai
Kain pel merupakan salah satu peralatan kebersihan yang bersentuhan langsung dengan berbagai jenis kotoran di lantai. Karena itu, perawatan setelah digunakan tidak boleh diabaikan. Pengeringan yang tepat membantu mencegah pertumbuhan jamur, bakteri, dan bau tidak sedap yang dapat mengurangi efektivitas kain pel saat dipakai kembali.
Dengan membiasakan memeras kain secara maksimal, menjemurnya di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, hingga menyimpannya dalam kondisi benar-benar kering, umur pakai kain pel dapat menjadi lebih panjang. Selain membuat rumah tetap bersih, kebiasaan sederhana ini juga membantu menjaga perlengkapan kebersihan tetap higienis setiap hari.
Advertisement
Tanya & Jawab Seputar Cara Mengeringkan Kain Pel tanpa Bau Apek
1. Mengapa kain pel cepat bau apek?
Karena masih lembap saat disimpan sehingga jamur dan bakteri mudah berkembang.
2. Apakah kain pel harus dijemur di bawah sinar matahari?
Sebaiknya iya, karena sinar matahari membantu mempercepat pengeringan dan mengurangi mikroorganisme penyebab bau.
3. Bolehkah menyimpan kain pel saat masih sedikit basah?
Tidak disarankan karena dapat memicu bau apek dan pertumbuhan jamur.
4. Seberapa sering kain pel perlu dicuci dengan deterjen?
Idealnya setelah beberapa kali penggunaan atau ketika mulai terlihat kotor dan berbau.
5. Kapan kain pel sebaiknya diganti?
Saat seratnya mulai rusak, menipis, atau tetap mengeluarkan bau meski sudah dicuci dan dikeringkan dengan benar.