FOTO: Aksi Lautan Pengunjuk Rasa Turki Desak Israel Hentikan Genosida di Jalur Gaza

Lautan pengunjuk rasa memadati Jembatan Galata di Istanbul, Turki. Mereka menggelar aksi solidaritas untuk warga Palestina di Jalur Gaza.

Helmi Fithriansyah
Oleh Helmi Fithriansyah - Reporter
FOTO: Aksi Lautan Pengunjuk Rasa Turki Desak Israel Hentikan Genosida di Jalur Gaza
Para pengunjuk rasa berkumpul dan menghadiri aksi solidaritas terhadap rakyat Palestina, di Jembatan Galata di Istanbul, Turki pada tanggal 1 Januari 2025. (Yasin AKGUL/AFP) (© 2025 Liputan6.com)

Lautan pengunjuk rasa memadati Jembatan Galata di Istanbul, Turki, pada Rabu (1/1/2025). Mereka menggelar aksi solidaritas untuk warga Palestina di Jalur Gaza.

Aksi unjuk rasa ini diikuti sejumlah organisasi masyarakat sipil Turki di Istanbul. Mereka menunjukkan keprihatinan atas kondisi warga Palestina di wilayah Gaza yang hingga saat ini masih terus dalam tekanan serangan militer Israel.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa mendesak Israel untuk segera menghentikan genosida di Jalur Gaza.

Sejak memanas pada 7 Oktober 2023 lalu, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 45.500 orang, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Rentetan serangan tersebut juga menghancurkan sebagian besar infrastruktur di wilayah kantong yang terkepung. Lebih dari itu, Israel juga memberlakukan blokade ketat sehingga sekitar 2,3 juta penduduk wilayah Gaza dihantui beragam krisis, dari pangan hingga kesehatan.

Hari Pertama 2025, Masyarakat Turki Gelar Unjuk Rasa Desak Penghentian Genosida di Gaza
Para pengunjuk rasa berkumpul dan menghadiri aksi solidaritas terhadap rakyat Palestina, di Jembatan Galata di Istanbul, Turki pada tanggal 1 Januari 2025. (Yasin AKGUL/AFP) © 2025 Liputan6.com

Lautan pengunjuk rasa memadati Jembatan Galata di Istanbul, Turki, pada Rabu (1/1/2025). Mereka menggelar aksi solidaritas untuk warga Palestina di Jalur Gaza. (Yasin Akgul/AFP)

Hari Pertama 2025, Masyarakat Turki Gelar Unjuk Rasa Desak Penghentian Genosida di Gaza
Unjuk rasa diikuti sejumlah organisasi masyarakat sipil Turki di Istanbul untuk menunjukkan solidaritas kepada warga Palestina di wilayah Gaza yang hingga saat ini masih terus dalam tekanan serangan militer Israel. (Yasin AKGUL/AFP) © 2025 Liputan6.com

Aksi unjuk rasa yang diikuti sejumlah organisasi masyarakat sipil Turki di Istanbul sebagai wujud keprihatinan atas kondisi warga Palestina di wilayah Gaza yang hingga saat ini masih terus dalam tekanan serangan militer Israel. (Yasin Akgul/AFP)

Hari Pertama 2025, Masyarakat Turki Gelar Unjuk Rasa Desak Penghentian Genosida di Gaza
Dalam aksinya, pengunjuk rasa mendesak penghentian segera genosida oleh Israel di Gaza. (Yasin AKGUL/AFP) © 2025 Liputan6.com

Dalam aksinya, pengunjuk rasa mendesak Israel untuk segera menghentikan genosida di Jalur Gaza. (Yasin Akgul/AFP)

Hari Pertama 2025, Masyarakat Turki Gelar Unjuk Rasa Desak Penghentian Genosida di Gaza
Serangan Israel yang terus menerus berlanjut di Gaza selama 15 bulan terakhir telah "memusnahkan" puluhan ribu warga di Gaza. (Yasin AKGUL/AFP) © 2025 Liputan6.com

Selama 15 bulan terakhir, serangan yang dilakukan oleh Israel di Gaza telah menyebabkan "pemusnahan" puluhan ribu jiwa warga setempat. (Yasin Akgul/AFP)

Hari Pertama 2025, Masyarakat Turki Gelar Unjuk Rasa Desak Penghentian Genosida di Gaza
Sejak memanas pada 7 Oktober 2023 lalu, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 45.500 orang, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak. (Yasin AKGUL/AFP) © 2025 Liputan6.com

Sejak terjadinya peningkatan ketegangan pada 7 Oktober 2023, serangan yang dilancarkan oleh Israel di wilayah Gaza telah mengakibatkan lebih dari 45.500 jiwa melayang, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. (Yasin Akgul/AFP)

Hari Pertama 2025, Masyarakat Turki Gelar Unjuk Rasa Desak Penghentian Genosida di Gaza
Sebagian besar infrastruktur di wilayah Gaza hancur sehingga tidak bisa ditinggali. Militer Israel juga memberlakukan blokade ketat sehingga sekitar 2,3 juta penduduk wilayah Gaza dihantui beragam krisis, dari pangan hingga kesehatan. (Yasin AKGUL/AFP) © 2025 Liputan6.com

Infrastruktur di Gaza mengalami kerusakan parah, sehingga banyak area yang tidak dapat dihuni. Selain itu, militer Israel menerapkan blokade yang sangat ketat, yang menyebabkan sekitar 2,3 juta penduduk di wilayah tersebut menghadapi berbagai krisis, mulai dari masalah pangan hingga kesehatan. (Yasin Akgul/AFP)

Rekomendasi