Pengelolaan potensi bahari Banyuwangi yang melibatkan nelayan mendapat apresiasi dari peserta ASEAN-ID Blue usai meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng dan Bangsring Underwater pekan lalu. Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian agenda forum yang berfokus pada ekonomi biru.
ASEAN-ID Blue merupakan forum internasional yang mempertemukan negara-negara ASEAN, negara East Asia Summit (EAS), dan anggota Pacific Islands Forum (PIF). Tahun ini, forum digelar di Banyuwangi pada 16–19 Juli 2026 dan diisi dialog serta studi lapangan praktik ekonomi biru.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum di daerahnya.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Kemenlu pada Banyuwangi. Forum ini telah menjadi wadah strategis bagi Banyuwangi mendapatkan wawasan baru dan pengalaman yang berharga tentang pelaksanaan ekonomi biru dari berbagai negara," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Advertisement
Delegasi ASEAN-ID Blue Tinjau Koperasi Nelayan dan Konservasi
Selain forum dialog, para delegasi mengikuti studi best practice pengembangan ekonomi biru di Banyuwangi. Mereka meninjau pengelolaan hilirisasi perikanan di Koperasi Nelayan Merah Putih Lateng serta proses transformasi ekosistem laut, termasuk aktivitas "coral adoption" di Bangsring Underwater.
Kementerian Luar Negeri RI menyoroti peran aktor lokal dalam penerjemahan komitmen ekonomi biru ke tindakan konkret.
"Babak baru ekonomi biru ASEAN akan semakin ditentukan oleh tempat-tempat seperti Banyuwangi. Dimana koperasi nelayan, UMKM, dan kelompok konservasi menerjemahkan komitmen besar antar negara menjadi perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari," ujar Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika.
Di Bangsring Underwater, para delegasi mendapat penjelasan tentang bagaimana komunitas nelayan dan pesisir mengubah perairan yang sebelumnya rusak menjadi kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata daerah.
Advertisement
Bangsring Underwater: Dari Perairan Rusak ke Ekowisata
Dulu, perairan Desa Bangsring menjadi sasaran penangkapan ikan ilegal menggunakan bom dan potasium. Praktik destruktif tersebut merusak ekosistem dan terumbu karang, membuat hasil tangkapan nelayan menurun drastis.
Didorong kesadaran akan masa depan laut, kelompok nelayan Samudra Bhakti memelopori perubahan. Mereka menghentikan penggunaan alat tangkap merusak dan mengedukasi warga. Pada 2012, kawasan ini resmi dideklarasikan sebagai area konservasi oleh kelompok nelayan.
Ketua Samudra Bhakti, Ikhwan Arief, menjelaskan fokus utama gerakan tersebut.
"Kami melakukan edukasi perubahan mindset, mengajak nelayan untuk melakukan konservasi dan mendorong ekonomi warga lewat ekowisata," ujar Ketua Samudra Bhakti Ikhwan Arief.
Kini Bangsring berkembang sebagai destinasi ekowisata edukatif. Pengunjung dapat menyaksikan dan memberi makan ribuan ikan dari rumah apung, snorkeling di antara terumbu karang hasil transplantasi, hingga melihat patung penari Gandrung di bawah laut.
Selama kunjungan, para delegasi juga melakukan "coral adoption" dengan menanam terumbu karang sebagai bagian dari perluasan ekosistem terumbu di area konservasi.
Ikhwan menambahkan bahwa pendekatan konservasi-berbasis-komunitas di Bangsring telah direplikasi luas.
"Saat ini kami juga membina 51 kelompok nelayan dengan anggota hingga 2000 orang di seluruh Indonesia. Sebanyak 72 persennya telah mereplikasi konsep konservasi dan ekowisata yang dijalankan di Bangsring," ujarnya.
Advertisement
Hilirisasi di KNMP Lateng Gerakkan Ekonomi Nelayan
Di KNMP Lateng, para delegasi mempelajari penguatan ekonomi warga melalui hilirisasi sektor perikanan berbasis pariwisata. Koperasi nelayan setempat mendorong peningkatan nilai tambah dari hasil laut yang ditangkap anggota.
Kawasan kampung nelayan dikembangkan sebagai zona tematik hilirisasi. Hasil tangkapan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah untuk wisatawan.
Apresiasi juga datang dari Sekretariat ASEAN.
"Saya sangat ingin melihat praktik terbaik di Banyuwangi ini bisa diterapkan dalam skala besar. Sekretariat ASEAN akan mendukung dan membantu mempertemukan pihak-pihak yang tertarik, dan semoga kita dapat meningkatkan skala praktik-praktik hebat ini ke seluruh negara lainnya di ASEAN," ujarnya.