KKP Alokasikan Rp10 Miliar untuk Rekonstruksi Perikanan di Agam Pasca Bencana

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan dana Rp10 miliar untuk mempercepat rekonstruksi perikanan di Agam, Sumatera Barat, pasca bencana hidrometeorologi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KKP Alokasikan Rp10 Miliar untuk Rekonstruksi Perikanan di Agam Pasca Bencana
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan dana Rp10 miliar untuk mempercepat rekonstruksi perikanan di Agam, Sumatera Barat, pasca bencana hidrometeorologi. (AntaraNews)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia telah mengalokasikan dana sekitar Rp10 miliar. Dana ini ditujukan untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bidang perikanan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang terdampak bencana.

Bantuan tersebut mencakup satu unit alat berat ekskavator senilai Rp1,44 miliar, benih ikan, pakan ikan, serta cool box untuk 18 kelompok. Selain itu, KKP juga menyediakan 60 unit alat tangkap jaring insang dan bantuan lainnya.

Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, di Lubuk Basung, Sabtu, menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah. Komitmen ini untuk mempercepat pemulihan perikanan budidaya, penangkapan, dan pengolahan ikan akibat bencana yang melanda Agam.

Dukungan KKP untuk Pemulihan Sektor Perikanan Agam

Andy Artha Donny Oktopura menjelaskan bahwa ekskavator yang diserahkan akan sangat membantu Pemerintah Kabupaten Agam. Alat berat ini juga akan mendukung seluruh pembudidaya ikan dalam memperbaiki saluran irigasi dan kolam yang rusak. Kerusakan tersebut meliputi level berat dan sedang yang tidak dapat diperbaiki secara mandiri oleh masyarakat.

Untuk operasional peralatan, Andy Artha Donny Oktopura mengatakan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemkab Agam. Dengan demikian, pemulihan saluran air dan kolam dapat segera dikerjakan. Setelah kolam selesai direhabilitasi, bantuan benih dan pakan ikan akan disalurkan.

Data yang diperoleh KKP menunjukkan bahwa ada 96 hektare lahan budidaya di Agam yang rusak akibat banjir bandang. Saat ini, sebagian besar lahan tersebut sudah siap untuk dioperasionalkan kembali.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan pembudidaya ikan, nelayan, dan kelompok pengolahan ikan dapat beroperasi kembali, sehingga ekonomi mereka kembali membaik. Andy Artha Donny Oktopura juga menegaskan bahwa seluruh bantuan diberikan tanpa pungutan biaya, sebagai bentuk kehadiran pemerintah.

Peran Pemerintah Daerah dan Harapan Pembudidaya

Bupati Agam, Benni Warlis, menambahkan bahwa bantuan ekskavator ini akan segera dimanfaatkan. Pemanfaatan utama adalah untuk merehabilitasi kolam milik pembudidaya yang tertimbun material banjir bandang di Kecamatan Tanjung Raya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam akan melakukan pendataan kolam yang sudah selesai direhabilitasi dan yang belum. Bagi kolam pembudidaya ikan yang belum direhabilitasi, alat berat ini akan segera diturunkan untuk membuang material. Setelah itu, mereka akan mendapatkan bantuan bibit ikan maupun pakan.

Benni Warlis mengakui bahwa bantuan yang diberikan KKP ini sangat bermanfaat. Terutama bagi pembudidaya, nelayan, dan kelompok pengolahan yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut melanda Agam pada akhir November 2025.

Bupati Agam juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas alokasi bantuan ini. Ia berharap masyarakat Agam dapat kembali hidup normal setelah bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi