Program Desa Berdaya NTB: Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Inovasi Pemerintah Provinsi NTB melalui program Desa Berdaya NTB tematik senilai Rp300 juta per desa, berhasil memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Simak dampaknya!
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan desa melalui Program Desa Berdaya Tematik. Program ini dicanangkan oleh Gubernur Lalu M Iqbal dengan tujuan utama memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Inisiatif strategis ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Ahsanul Halik, menegaskan bahwa bantuan senilai Rp300 juta per desa sangat signifikan. Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat ketahanan pangan, memacu pertumbuhan ekonomi desa, serta memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal. Pernyataan ini disampaikan saat silaturahmi dengan kepala desa penerima program di Lombok Timur pada hari Sabtu.
Program Desa Berdaya Tematik juga merupakan bagian integral dari upaya Pemprov NTB dalam memperkuat pembangunan dari desa. Hal ini bertujuan untuk membuka peluang usaha baru dan mendukung pengembangan sektor pariwisata. Desa-desa penerima bantuan ini adalah yang berada di luar kategori desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi, memastikan alokasi tepat sasaran dan efektif.
Strategi Penguatan Ekonomi dan Pangan Desa
Pemerintah Provinsi NTB merancang Program Desa Berdaya Tematik sebagai langkah konkret untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Bantuan dana sebesar Rp300 juta per desa ini difokuskan pada pengembangan sektor-sektor produktif sesuai karakteristik dan potensi wilayah masing-masing. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap desa dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai kemandirian ekonomi.
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan masyarakat. Dengan mendorong pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan lokal, pasokan pangan di tingkat desa dapat terpenuhi. Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah, menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh.
Selain itu, Program Desa Berdaya Tematik juga menjadi katalisator bagi pemberdayaan masyarakat. Melalui pengelolaan dana secara langsung oleh desa, partisipasi aktif warga dalam perencanaan dan pelaksanaan program menjadi lebih tinggi. Ini menumbuhkan rasa kepemilikan serta meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan.
Implementasi Nyata di Lapangan
Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Khaerul Ihsan, mengungkapkan bahwa desanya akan memfokuskan bantuan pada pengembangan budidaya ikan nila. Usaha ini telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan dinilai sangat sejalan dengan potensi unggulan desa di sektor pertanian dan perikanan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Hasil budidaya ikan nila nantinya tidak hanya akan memenuhi kebutuhan pasar lokal dan usaha kuliner masyarakat. Namun, juga diarahkan untuk mendukung pasokan bahan pangan bagi sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Masbagik. Ini menunjukkan dampak sosial yang signifikan dari program tersebut.
Di sisi lain, Kepala Desa Sukamulia, Ismail, melihat bantuan Pemerintah Provinsi NTB sebagai peluang besar untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ketahanan pangan berbasis kuliner. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari musyawarah desa, pemetaan kebutuhan prioritas, hingga penyusunan desain kegiatan. Pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan menjadi kunci keberhasilan.
Ismail menambahkan bahwa ketika desa diberikan kepercayaan sebagai pengelola langsung, program dapat dijalankan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada desa sebagai pilar utama pembangunan. Dengan dukungan yang tepat, desa akan semakin mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews