Jokowi Kaget Demam Lagu Mas Bahlil Ganteng Sudah Sampai Depan Rumahnya di Solo
Jokowi menilai, kretivitas para anak muda pembuat lagu Bahlil tersebut layak diberi apresiasi.
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) mengaku demam lagu viral 'My Little Bolu Ketan' berisi lirik MBG (Mas Bahlil Ganteng) sudah sampai ke kota Solo, bahkan ke halaman kediamannya. Hal tersebut diungkapkan Jokowi lewat unggahan instagram miliknya @jokowi.
Pada video berisi anak muda bernyanyi Mas Bahlil Ganteng di halaman rumahnya sambil berjoget kecil.
"Rupanya lagu Pak Bahlil sudah sampai ke halaman rumah. Awalnya saya kira ada apa di depan rumah saya Gang Kutai Utara, Solo. Ternyata anak-anak muda lagi semangat joget, Mas Bahlil ganteng!" Saya melihat sendiri generasi muda mengekspresikan kegembiraan mereka dengan cara yang unik," tulis Jokowi dikutip Sabtu (30/5/2026).
Jokowi menilai, kretivitas para anak muda pembuat lagu Bahlil tersebut layak diberi apresiasi. “Yang jelas, semangat dan kreativitasnya patut diapresiasi. Salam dari Solo,” kata Jokowi.
Bahlil Buka Suara
Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahdalia angkat bicara soal ramai laguviral 'My Little Bolu Ketan' berisi lirik MBG (Mas Bahlil Ganteng).
Bahlil mengaku penasaran dan ingin mengundang pencipta lagu. Hal tersebut itu terungkap dalam video Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
"Saya minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan karena penasaran juga saya," kata Bahlil dikutip dari akun instagram Raffi pada Sabtu (30/5).
Bahlil mengaku menghargai kreativitas netizen dan lagu terkait dirinya itu. Menurutnya, lirik lagu itu diciptakan secara alami.
"Saya sendiri nggak tahu, dan itu alami sekali, dan saya sendiri penasaran ini siapa yang buat. Jadi kalau boleh, Fi (Raffi) bisa temukan, saya pengen sekali ketemu, Fi. Tetapi saya menghargai lah kreativitas orang-orang ya anak-anak muda sekarang itu teman-teman ya," ujar dia.
Meski demikian, Bahlil mengungkapkan agar kreativitas tidak mengandung isu SARA.
"Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, sosmed ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh jangan sampai masuk di SARA, SARA tidak boleh, karena apa, itu akan memicu soliditas kita sesama anak bangsa, jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar," ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, sudah menjadi risiko seorang pejabat publik menerima segala kritik dan masukan, bahkan lewat lagu.
"Ya risiko pejabat publik harus menerima semuanya," pungkasnya.