Dishub Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Dukung Proyek Underpass Gatsu
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung pembangunan Underpass Gatsu. Skema ini penting untuk kelancaran arus kendaraan selama proyek berlangsung dan mengatasi kemacetan.
Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, telah mengambil langkah antisipasi dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) guna mendukung proyek pembangunan Underpass Gatot Subroto (Gatsu). Persiapan ini dilakukan mengingat proyek Underpass Gatsu akan segera memasuki tahap pelaksanaan setelah proses lelang selesai.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang, menjelaskan bahwa skema pengalihan arus kendaraan telah disusun secara matang. Langkah ini krusial karena ruas jalan utama di sekitar lokasi proyek tidak akan bisa dilalui selama proses konstruksi berlangsung.
Rencana rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memastikan kelancaran pembangunan. Dishub Cimahi berkomitmen untuk meminimalisir dampak kemacetan yang mungkin terjadi akibat penutupan jalan tersebut.
Detail Skema Pengalihan Arus Kendaraan Kecil
Endang merinci bahwa kendaraan kecil dan sepeda motor yang datang dari Jalan Gatot Subroto menuju akses Tol Baros, Leuwigajah, dan sekitarnya akan dialihkan. Rute alternatif yang disiapkan meliputi Jalan Gedong Opat, Jalan Sriwijaya, Jalan Kartini, hingga Jalan Baros.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya tetap dapat melintasi jalur yang sudah ada. Pengemudi akan diarahkan melalui Jalan Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, Underpass Sriwijaya, dan Jalan Sriwijaya.
Jalur alternatif yang telah disiapkan selama pembangunan Underpass Gatsu nantinya akan diberlakukan dua arah. Namun, kebijakan ini secara khusus hanya berlaku untuk kendaraan berukuran kecil guna menjaga kelancaran mobilitas.
Pemberlakuan dua arah untuk kendaraan kecil ini merupakan upaya Dishub Cimahi. Hal ini memastikan masyarakat tetap memiliki akses yang memadai selama proyek Underpass Gatsu berjalan.
Pengaturan Kendaraan Besar dan Koordinasi Lintas Instansi
Untuk kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus, yang bergerak dari arah Padalarang menuju Baros atau sebaliknya, akan ada pengalihan rute khusus. Kendaraan-kendaraan ini akan diarahkan melalui kawasan Cimindi dengan memanfaatkan Jalan Mahar Martanegara.
Pengalihan ini bertujuan untuk mengurangi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek Underpass Gatsu yang sedang dalam tahap pembangunan. Strategi ini diharapkan dapat mencegah penumpukan kendaraan berat di area sensitif.
Endang menambahkan bahwa skema rekayasa lalu lintas ini belum sepenuhnya final. Rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat serta kontraktor pelaksana pekerjaan.
Diskusi dan koordinasi ini sangat penting sebelum skema tersebut benar-benar diterapkan di lapangan. Hal ini memastikan semua pihak terkait memiliki pemahaman yang sama dan siap menghadapi implementasi.
Tujuan dan Anggaran Proyek Underpass Gatsu
Selain rekayasa lalu lintas, Dishub Kota Cimahi juga akan menempatkan personel di sejumlah titik strategis. Penempatan ini bertujuan untuk membantu pengaturan arus kendaraan selama proses pembangunan Underpass Gatsu berlangsung.
Pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto-Baros ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif mengatasi kemacetan. Kemacetan sering terjadi akibat aktivitas perlintasan kereta api di area tersebut.
Proyek ini juga memiliki tujuan penting lainnya, yaitu meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut. Dengan adanya underpass, risiko kecelakaan di perlintasan kereta api dapat diminimalisir secara signifikan.
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat, proyek Underpass Gatsu memiliki pagu anggaran sebesar Rp150 miliar dengan waktu pelaksanaan selama 165 hari kalender.
Sumber: AntaraNews