Bappenas Komitmen Siapkan Arah Pembangunan Pasca 2030, Hadapi Tantangan Global
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy tegaskan komitmen Indonesia menyiapkan Arah Pembangunan Pasca 2030, hadapi krisis iklim hingga disrupsi teknologi.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan komitmen kuat Indonesia dalam menyiapkan arah pembangunan pasca-2030. Langkah strategis ini diambil seiring dengan fase akhir pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) menjelang tahun 2030. Diskusi intensif terkait Beyond 2030 Agenda juga semakin mengemuka di komunitas internasional, mendorong Indonesia untuk mengambil peran aktif.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Kick Off Pembahasan Positioning Indonesia atas Diskursus Beyond 2030 Agenda, Menuju SDG Summit 2027, yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu. Acara tersebut dihadiri pula oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat, menunjukkan sinergi antarlembaga. Agenda Beyond 2030 bukan hanya wacana global, melainkan agenda strategis vital bagi masa depan Indonesia.
Menteri Rachmat Pambudy menekankan bahwa agenda ini krusial untuk menghadapi berbagai tantangan global. Tantangan tersebut meliputi krisis iklim, stagnasi ekonomi dunia, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi yang terus berkembang pesat. Persiapan matang sejak dini diperlukan agar Indonesia lebih siap menghadapi kompleksitas pembangunan mendatang.
Pengalaman Indonesia dalam Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rachmat Pambudy mengulas perjalanan panjang Indonesia dalam pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) dan TPB/SDGs. Indonesia memiliki rekam jejak yang solid dalam berbagai upaya pembangunan berkelanjutan. Pengalaman ini mencakup keberhasilan menurunkan kemiskinan ekstrem secara signifikan.
Selain itu, Indonesia juga berhasil memperluas akses pendidikan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu fokus utama yang menunjukkan hasil positif. Penguatan pengelolaan lingkungan hidup juga menjadi bukti komitmen Indonesia terhadap pembangunan yang seimbang dan lestari.
Menteri PPN menegaskan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mampu mencapai tujuan-tujuan MDGs dengan cukup baik. Dengan capaian SDGs Indonesia yang telah mencapai sekitar 62 persen, hal ini menunjukkan kapasitas bangsa. Keberhasilan ini seharusnya memperkuat keyakinan bahwa Indonesia mampu mencapai target pembangunan berkelanjutan lainnya.
Fondasi Utama dan Peran Indonesia di Kancah Global
Rachmat Pambudy menekankan bahwa terdapat tiga fondasi utama pembangunan yang tidak dapat ditawar lagi. Fondasi tersebut meliputi kecukupan pangan yang menjadi dasar ketahanan nasional. Pendidikan yang memadai juga krusial untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Selain itu, jaminan kesehatan yang merata dan berkualitas adalah pilar penting bagi kesejahteraan masyarakat. Ketiga aspek ini dinilai menjadi landasan fundamental dalam menentukan arah pembangunan berkelanjutan pasca-2030. Tanpa fondasi yang kuat ini, pembangunan akan sulit mencapai tujuan jangka panjangnya.
Kepala Bappenas turut menegaskan pentingnya posisi Indonesia sebagai bridge builder dalam diskursus pembangunan global. Indonesia diharapkan mampu menjembatani kepentingan antara negara maju dan negara berkembang. Hal ini dilakukan melalui penerapan prinsip universalitas, inklusivitas, kemitraan, dan Leave No One Behind (LNOB).
Diskusi mengenai Agenda Beyond 2030 ke depan perlu terus dipersiapkan secara matang sejak dini. Meskipun tahun 2030 masih beberapa tahun lagi, langkah persiapan awal akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Kesiapan ini diibaratkan sedia payung sebelum hujan, agar Indonesia lebih siap menghadapi tantangan pembangunan mendatang.
Sumber: AntaraNews