Bappenas: Keberlanjutan Kunci Tingkatkan Daya Saing Komoditas Berkelanjutan Indonesia
Bappenas menegaskan keberlanjutan adalah faktor krusial untuk mendongkrak daya saing komoditas berkelanjutan Indonesia di pasar global. Platform Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB) menjadi instrumen utama dalam upaya ini.
Keberlanjutan telah menjadi faktor penting dalam pembangunan nasional, termasuk upaya meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Leonardo A. A. Teguh Sambodo. Menurutnya, aspek keberlanjutan tidak lagi dapat diabaikan dalam konteks ekonomi global saat ini.
Dalam agenda Sosialisasi Nasional dan Diseminasi Platform Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB), Teguh Sambodo menekankan bahwa keberlanjutan merupakan fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang stabil. IYB sendiri merupakan instrumen serta inisiatif nasional yang dirancang untuk mendukung tata kelola pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah, baik kabupaten maupun provinsi.
Melalui implementasi IYB, Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan secara harmonis. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat posisi komoditas Indonesia di kancah perdagangan internasional.
Peran Strategis Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB)
Platform Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB) memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Instrumen ini dirancang untuk mendukung tata kelola yang lebih baik di tingkat daerah, mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan. IYB menjadi bukti komitmen Indonesia terhadap praktik produksi yang bertanggung jawab.
Teguh Sambodo juga menyoroti pentingnya dukungan integrasi data lintas sektor untuk keberhasilan IYB. Penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta pelibatan aktif petani, asosiasi, dan sektor swasta, sangat diperlukan. Kolaborasi ini akan memastikan bahwa implementasi IYB dapat berjalan efektif dan menyeluruh.
Implementasi IYB diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, mendukung transparansi, dan meningkatkan daya saing produk. Selain itu, IYB juga akan mendukung sistem produksi berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Ini merupakan langkah konkret menuju masa depan yang lebih baik.
Kolaborasi dan Integrasi Data untuk Keberlanjutan
Kegiatan sosialisasi dan diseminasi platform IYB merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola komoditas perkebunan berkelanjutan. Pendekatan yurisdiksi yang terintegrasi ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Jarot Indarto, menyatakan bahwa IYB diharapkan menjadi instrumen sinkronisasi menuju tata kelola berkelanjutan. Instrumen ini akan memperkuat sistem pemantauan berbasis yurisdiksi, meningkatkan transparansi data, serta mendukung sistem produksi yang ramah lingkungan. Hal ini krusial untuk menjaga kelestarian alam.
Dukungan terhadap pengembangan IYB juga datang dari komunitas internasional. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, menilai IYB selaras dengan perkembangan standar keberlanjutan global. Ia yakin IYB dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.
Representative Country Director of GIZ for Indonesia, Karin Allgoewer, menambahkan bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam sistem perdagangan global. Pasar global semakin menuntut transparansi dan ketertelusuran rantai pasok. Oleh karena itu, IYB menjadi sangat relevan.
Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Produksi Ramah Lingkungan
Melalui diskusi multi pihak, para pemangku kepentingan menyoroti pentingnya interoperabilitas dan integrasi data lintas sektor. Penguatan kapasitas daerah dan pekebun juga menjadi fokus utama. Harmonisasi kebijakan keberlanjutan serta kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat penting dalam mendukung implementasi IYB.
IYB diharapkan dapat menjadi instrumen yang memperkuat tata kelola perkebunan berkelanjutan secara signifikan. Selain itu, platform ini juga berpotensi meningkatkan akses pasar bagi komoditas Indonesia. Dukungan terhadap pengembangan sistem produksi yang transparan, inklusif, dan berdaya saing menjadi tujuan utama.
Pada akhirnya, inisiatif IYB ini akan membantu Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan. Dengan fokus pada produksi ramah lingkungan dan tata kelola yang transparan, Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan pasar global. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.
Sumber: AntaraNews