Pertagas Raih Tiga Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
PT Pertamina Gas (Pertagas) berhasil meraih tiga penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), menegaskan komitmen kuat Pertagas dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang ber
PT Pertamina Gas (Pertagas), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tiga penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Penghargaan bergengsi ini diberikan atas program berkelanjutan Pertagas yang terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya. Capaian ini menunjukkan konsistensi dan komitmen Pertagas dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.
Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan penegasan atas konsistensi dan komitmen kuat perusahaan dalam menjalankan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Indra P Sembiring dan Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, dalam ajang Proper di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Indra menambahkan, capaian Proper Emas juga menjadi bentuk pengakuan atas kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga melampaui standar melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari implementasi berbagai program inovatif di wilayah operasi yang secara efektif mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan. Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dan komunitas sekitar.
Komitmen Pertagas dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Penghargaan Proper Emas menjadi bukti nyata bahwa Pertagas tidak hanya berfokus pada kepatuhan regulasi, tetapi juga berinovasi dalam pengelolaan lingkungan. Menurut Indra, kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan telah melampaui standar yang ditetapkan melalui berbagai inisiatif inovatif dan pemberdayaan masyarakat. Ini mencerminkan pendekatan holistik Pertagas terhadap keberlanjutan.
Pertagas terus memperkuat kontribusi lingkungannya melalui serangkaian program eco-inovasi yang dirancang untuk mengatasi tantangan lingkungan spesifik di setiap wilayah operasional. Program-program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dampak negatif, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah bagi lingkungan. Keberhasilan ini didasari oleh perencanaan dan pelaksanaan program yang matang serta evaluasi berkelanjutan.
Implementasi program TJSL secara konsisten telah memberikan dampak nyata, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertagas berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat, sejalan dengan pertumbuhan bisnis perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa keberlanjutan adalah bagian integral dari strategi bisnis Pertagas.
Inovasi Lingkungan Unggulan Pertagas Raih Proper Emas
Pertagas telah mengembangkan berbagai program eco-inovasi yang terbukti efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Di Operation East Java Area, program Eco Pori berhasil mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Sementara itu, di Kalimantan Area, program PISPA 2.0 memanfaatkan limbah pipa dan sampah organik untuk menciptakan sarana irigasi dan pemupukan yang inovatif. Program ini tidak hanya mendukung pertanian lokal, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca. Inovasi ini mencerminkan upaya Pertagas dalam mencari solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan.
Di South Sumatera Area, Pertagas mengimplementasikan program PESONA yang berfokus pada pengolahan limbah urine sapi menjadi pestisida organik. Pestisida organik ini mendukung praktik pertanian ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya, dan meningkatkan kesehatan tanah. Ketiga program ini menjadi contoh nyata komitmen Pertagas terhadap eco-inovasi.
Dampak Sosial dan Ekonomi Melalui Pemberdayaan Masyarakat
Selain inovasi lingkungan, Pertagas juga aktif dalam program pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif pada sosial dan ekonomi. Pertamina Gas Operation Kalimantan Area berhasil meraih Proper Emas keempat secara berturut-turut sejak tahun 2022, menunjukkan konsistensi dalam program Karyadarsa. Program ini meningkatkan akses air bersih melalui inovasi Pengelolaan Air Terpadu (Aquagrid System) dan mengubah lahan kritis seluas 2,5 hektare menjadi produktif.
Program Karyadarsa juga mendorong efisiensi biaya, peningkatan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan perluasan akses pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di South Sumatera Area, program Pusaka Artha berhasil mengembangkan ekonomi sirkular inklusif melalui optimalisasi pengelolaan air dan pemanfaatan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi, yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan regenerasi petani.
Di East Java Area, program Cita Sembada sukses mendorong peningkatan produktivitas pertanian hingga tiga kali panen per tahun, secara langsung menaikkan pendapatan petani. Program ini juga memperkuat pengelolaan lingkungan melalui sistem pengelolaan sampah terpadu dan mendukung pertumbuhan UMKM yang lebih efisien dan berdaya saing, dengan melibatkan kelompok rentan seperti perempuan dan pasien kesehatan jiwa dalam aktivitas ekonomi produktif. Secara keseluruhan, program TJSL Pertagas telah menjangkau 17 kelompok masyarakat dengan lebih dari 11 ribu jiwa sebagai penerima manfaat langsung.
Capaian ini juga tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,49 dengan kategori sangat baik, serta nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,49, yang menunjukkan efektivitas dan keberlanjutan program. Pertagas berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi atas tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan hasil nyata dari dedikasi perusahaan.
Sumber: AntaraNews