Keren! Pertagas Raih Empat Penghargaan Internasional Asian Impact Awards 2025
PT Pertamina Gas (Pertagas) berhasil meraih empat penghargaan bergengsi di Asian Impact Awards 2025, membuktikan komitmen Pertagas dalam pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
PT Pertamina Gas (Pertagas) baru-baru ini mengukir prestasi gemilang dengan menyabet empat penghargaan internasional sekaligus dalam ajang Asian Impact Awards 2025. Penghargaan ini diterima di Selangor, Malaysia, sebagai pengakuan atas kontribusi nyata perusahaan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi Pertagas dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang inovatif dan berdampak positif.
Dari empat penghargaan yang diraih, tiga di antaranya adalah kategori Platinum, yaitu untuk program Perkasa Bumiku, Cita Sembada, dan Pusaka Tirta, sementara satu kategori Gold diberikan untuk program Saung Berdaya. Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis Pertagas, Arifin Ahmad, menyatakan bahwa pengakuan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan wujud komitmen Pertagas untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan UMKM dan menggerakkan ekonomi desa. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.
Pertagas menegaskan bahwa program CSR mereka bukan sekadar inisiatif, melainkan sebuah komitmen kuat untuk mendukung kemandirian masyarakat melalui berbagai sektor. Fokus utamanya meliputi pertanian produktif, pengembangan ekonomi desa, penyediaan air bersih, dan inovasi lingkungan. Pendekatan ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo ke-6, yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan di seluruh pelosok negeri.
Pertagas Sabet Tiga Platinum dan Satu Gold di Asian Impact Awards
Dalam ajang Asian Impact Awards 2025, Pertagas berhasil memborong empat penghargaan bergengsi, meliputi tiga Platinum dan satu Gold. Penghargaan Platinum diberikan kepada program Perkasa Bumiku, Cita Sembada, dan Pusaka Tirta, sementara program Saung Berdaya meraih kategori Gold. Capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas dan dampak positif dari berbagai inisiatif CSR yang dijalankan oleh Pertagas.
Arifin Ahmad, Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis Pertagas, menyampaikan bahwa penghargaan ini memperkuat posisi Pertagas sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan. "Pengakuan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi wujud dari komitmen Pertagas mendukung program pemerintah dalam pengembangan UMKM dan menggerakkan ekonomi desa," ujarnya. Pernyataan ini disampaikan Arifin seusai menerima penghargaan di Selangor, Malaysia.
Ajang Asian Impact Awards 2025 sendiri merupakan penghargaan internasional yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility bekerja sama dengan Portman College. Penyelenggaraan acara ini di Selangor, Malaysia, memberikan platform bagi perusahaan-perusahaan di Asia untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Inovasi Ramah Lingkungan dan Ketahanan Pangan: Perkasa Bumiku
Program unggulan Perkasa Bumiku, yang berhasil meraih penghargaan Platinum, lahir dari kepedulian Pertagas terhadap lingkungan dan ketahanan pangan di Indramayu. Program ini memiliki lima pilar utama yang menjadi fokus, yaitu Jaga Raga, Jaga Raya, Jaga Karsa, Jaga Budaya, dan Jaga Pangan. Kelima pilar ini dirancang untuk menciptakan dampak holistik bagi masyarakat dan ekosistem lokal.
Salah satu inovasi penting dalam Perkasa Bumiku adalah Green Water Pump atau Painem (Vespa Nanem). Inovasi ini memungkinkan para petani untuk mengairi lahan mereka menggunakan pompa bertenaga surya, yang secara signifikan meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, penggunaan teknologi ramah lingkungan ini juga menekan biaya operasional petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan dengan cara yang lebih hijau.
Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menambahkan bahwa Perkasa Bumiku membuktikan bagaimana teknologi sederhana yang dekat dengan keseharian masyarakat dapat melahirkan perubahan besar. "Program ini lahir dari kolaborasi dengan kelompok tani, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh para petani," jelasnya. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program dalam memberikan solusi yang relevan dan tepat sasaran.
Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui Cita Sembada dan Pusaka Tirta
Penghargaan Platinum juga berhasil diraih melalui program Cita Sembada yang secara spesifik berfokus pada pengembangan sektor pertanian di Desa Ganggang Panjang. Program ini mencakup berbagai inisiatif, mulai dari re-irigasi lahan pertanian, pembangunan kawasan edukasi, hingga pengembangan UMKM dan wisata budaya. Cita Sembada melibatkan pemuda sebagai duta wisata dan kelompok perempuan sebagai pelaku kuliner tradisional ramah lingkungan, menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis.
Sulthani Adil Mangatur menekankan peran penting masyarakat dalam program ini. "Cita Sembada memperlihatkan bagaimana generasi muda dan kelompok perempuan bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa. Pertagas hanya memfasilitasi, namun semangat kemandirian datang dari masyarakat itu sendiri," katanya. Hal ini menunjukkan filosofi Pertagas sebagai mitra yang mendukung inisiatif lokal.
Selain Cita Sembada, Program Pusaka Tirta juga meraih Penghargaan Platinum. Program ini berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan, pertanian, air bersih, dan peternakan. Pusaka Tirta secara khusus dirancang untuk menjawab tantangan kekeringan ekstrem dengan menerapkan tata kelola air yang bijak, memastikan ketersediaan sumber daya penting bagi masyarakat.
Saung Berdaya: Menggerakkan Potensi Lokal dengan Energi Terbarukan
Kategori Gold dalam Asian Impact Awards 2025 diberikan kepada program Saung Berdaya. Program ini merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat desa yang dijalankan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saung Berdaya bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan produktif, seperti produksi pupuk, pengembangan UMKM, dan budidaya anggur.
Lebih lanjut, program ini juga berfokus pada penyediaan akses air bersih dan sanitasi (Pamsimas) dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT). Pemanfaatan EBT ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pertagas dalam mendorong kemandirian energi di tingkat desa.
Sulthani Adil Mangatur menjelaskan esensi dari program ini. "Saung Berdaya adalah bukti bahwa ketika desa diberi ruang untuk berdaya, masyarakat mampu mengelola potensi mereka sendiri. Pertagas hadir sebagai mitra, bukan sekadar pelaksana," tuturnya. Pernyataan ini menegaskan peran Pertagas sebagai fasilitator yang memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal mereka secara mandiri.
Sumber: AntaraNews