Bojan Hodak Sayangkan Kesalahan Fatal Persib Saat Ditahan Imbang Dewa United

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti kesalahan fatal anak asuhnya saat ditahan imbang 2-2 oleh Dewa United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Apa saja blunder yang disayangkan Bojan Hodak Persib dan bagaimana dampaknya pada klasemen?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bojan Hodak Sayangkan Kesalahan Fatal Persib Saat Ditahan Imbang Dewa United
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti kesalahan fatal anak asuhnya saat ditahan imbang 2-2 oleh Dewa United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Apa saja blunder yang disayangkan Bojan Hodak Persib dan bagaimana dampaknya pada klasemen? (AntaraNews)

Persib Bandung gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Dewa United Banten FC dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Banten International Stadium pada Senin (21/4) tersebut menyajikan drama dan diwarnai blunder fatal dari kubu Maung Bandung. Hasil ini membuat pelatih Persib, Bojan Hodak, melontarkan kritik keras terhadap performa timnya.

Bojan Hodak Persib secara terang-terangan menyayangkan sejumlah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Ia menyoroti dua gol Dewa United yang berasal dari kelalaian pemainnya. Menurutnya, blunder tersebut menunjukkan kurangnya fokus dan konsentrasi di lapangan.

Kesalahan-kesalahan tersebut berujung pada tertinggalnya Persib dua gol lebih dulu. Meskipun berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan, hasil imbang ini memiliki dampak signifikan. Jarak poin Persib dengan para pesaing di papan atas klasemen semakin menipis.

Blunder Fatal yang Disorot Bojan Hodak

Pelatih Bojan Hodak mengungkapkan kekecewaannya terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan anak asuhnya. Ia menyebut gol pertama Dewa United terjadi karena mispersepsi pemain Persib yang mengira bola sudah keluar lapangan. “Gol pertama seperti anak-anak. Kami berhenti bermain karena menganggap bola sudah keluar,” kata Bojan, dikutip dari laman resmi Persib.

Gol pembuka Dewa United dicetak oleh Alex Martins pada menit ke-24. Momen tersebut terjadi saat pemain Persib bermain pasif dan berhenti mengejar bola. Wasit tetap mengesahkan gol tersebut setelah berkomunikasi dengan ruang VAR.

Kesalahan individu kembali terulang pada gol kedua Dewa United. Bojan Hodak menggarisbawahi blunder ini sebagai hal yang seharusnya bisa dihindari. Ia menambahkan, “Lalu gol kedua yang terjadi karena kesalahan individu.”

Julio Cesar gagal menyapu bola dengan sempurna pada menit ke-61, yang kemudian dimanfaatkan pemain Dewa United. Ricky Kambuaya berhasil mencetak gol kedua bagi tim tuan rumah.

Kebangkitan Maung Bandung dan Dampak Hasil Imbang

Setelah tertinggal dua gol, Persib mendapatkan keuntungan saat Alex Martins dari Dewa United diganjar kartu merah pada menit ke-63. Situasi unggul jumlah pemain ini dimanfaatkan dengan baik oleh Persib untuk mengejar ketertinggalan.

Tim Maung Bandung berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Thom Haye pada menit ke-77 dan sundulan Andrew Jung di menit ke-86. Kebangkitan dramatis ini menunjukkan semangat juang Persib meskipun diwarnai kesalahan.

Meski berhasil menyamakan kedudukan, Persib gagal mencetak gol kemenangan di sisa waktu pertandingan. Bojan Hodak mengakui bahwa dari segi penyerangan, timnya tidak terlalu buruk karena mampu mengejar ketertinggalan. Namun, ia merasa seharusnya Persib bisa menciptakan lebih banyak gol.

Hasil imbang 2-2 ini membuat Persib hanya membawa pulang satu poin dari Banten. Ini berdampak pada posisi mereka di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

Persaingan Ketat di Papan Atas Klasemen

Hasil imbang ini membuat dua tim pesaing Persib, Borneo FC dan Persija Jakarta, berhasil memangkas jarak poin. Kedua tim sama-sama meraih kemenangan pada pekan ke-28, sehingga persaingan di papan atas semakin ketat.

Persib saat ini masih memimpin puncak klasemen dengan mengoleksi 65 poin. Namun, mereka hanya unggul tipis dua poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua dengan 63 poin. Persija Jakarta menempati posisi ketiga dengan 58 poin, terpaut tujuh poin dari Persib.

Bojan Hodak Persib harus segera mengevaluasi timnya dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi. Konsistensi akan menjadi kunci penting untuk menjaga posisi di puncak dan mengamankan gelar juara di sisa musim.

Setiap pertandingan ke depan akan sangat krusial bagi Persib. Mereka perlu tampil lebih solid dan fokus untuk menghindari tergelincir dari jalur juara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi