TPID dan BUMD Gelar Pasar Murah Riau di Lima Lokasi Stabilkan Harga Pangan
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah sukses menggelar Pasar Murah Riau di lima lokasi guna menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga bahan pokok.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau, berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Pangan Bertuah, telah sukses menyelenggarakan operasi pasar murah di lima titik strategis. Kegiatan ini bertujuan utama untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat. Inisiatif ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.
Operasi pasar murah ini tersebar di dua wilayah kabupaten/kota, yaitu empat lokasi di Kota Pekanbaru dan satu lokasi di Kabupaten Kampar. Pelaksanaannya berlangsung sepanjang pekan, dimulai pada hari Senin di halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim, Pekanbaru. Langkah ini diambil untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah provinsi. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga bagi warga Riau. Pasar murah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.
Jadwal dan Lokasi Pasar Murah Riau
Operasi pasar murah yang diselenggarakan TPID Provinsi Riau dan PT Riau Pangan Bertuah ini memiliki jadwal serta lokasi yang telah ditentukan secara cermat. Setelah pembukaan di Kantor Lurah Mentangor pada Senin, kegiatan berlanjut ke beberapa titik strategis lainnya. Penentuan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas masyarakat.
Pada Selasa (21/4), pasar murah digelar di Halaman Kantor Desa Pandau Jaya, Kabupaten Kampar, memperluas jangkauan ke luar Pekanbaru. Kemudian, Rabu (22/4), giliran Halaman Kantor Lurah Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, menjadi lokasi selanjutnya. Distribusi lokasi ini dirancang untuk pemerataan.
Selanjutnya, pada Kamis (23/4), kegiatan Pasar Murah Riau berpusat di Halaman Kantor Lurah Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru. Puncaknya, pada Jumat (24/4), operasi pasar murah dilaksanakan di Halaman Kantor Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Seluruh kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB.
Tujuan Utama dan Imbauan untuk Masyarakat
Penyelenggaraan Pasar Murah Riau ini memiliki tujuan yang sangat jelas, yakni menjaga ketersediaan bahan pokok dan menstabilkan harga di pasaran. Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan dasar dengan harga terjangkau. Ini adalah bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Tetty Nurdianti menegaskan bahwa melalui operasi pasar ini, pemerintah provinsi ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga. Ia juga menambahkan, "Kami harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Kami juga mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik," ujarnya. Ketertiban dan kesadaran lingkungan menjadi kunci kelancaran acara.
Imbauan untuk membawa kantong belanja sendiri dari rumah bertujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga lingkungan dan mendukung program keberlanjutan. Kesadaran lingkungan menjadi bagian penting dari kegiatan ini.
Ragam Komoditas dan Harga Terjangkau di Pasar Murah Riau
Pasar Murah Riau menyediakan beragam komoditas pangan esensial yang sangat dibutuhkan masyarakat sehari-hari dengan harga yang kompetitif. Ketersediaan produk ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penawaran harga khusus menjadi daya tarik utama.
Beberapa komoditas yang diperjualbelikan meliputi beras SPHP yang dibanderol Rp60 ribu per 5 kilogram, serta beras anak daro dan beras sokan kemasan 10 kg dibanderol Rp165 ribu. Untuk kemasan 5 kg, beras sokan dan beras anak daro dijual Rp83 ribu. Minyak goreng juga tersedia dengan harga khusus.
Selain beras, tersedia juga MinyaKita seharga Rp15.500 per bungkus, garam kristal Rp2 ribu per 200 gram, dan garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram. Tepung segitiga biru juga ditawarkan dengan harga Rp13 ribu per bungkus. Sementara itu, harga cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan kentang menyesuaikan harga petani dan harga dinamis pada telur ayam.
- Beras SPHP: Rp60 ribu per 5 kg
- Beras Anak Daro/Sokan: Rp165 ribu per 10 kg
- Beras Anak Daro/Sokan: Rp83 ribu per 5 kg
- MinyaKita: Rp15.500 per bungkus
- Garam Kristal: Rp2 ribu per 200 gram
- Garam Nusantara: Rp2 ribu per 250 gram
- Tepung Segitiga Biru: Rp13 ribu per bungkus
- Cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang: Menyesuaikan harga petani
- Telur ayam: Harga dinamis
Sumber: AntaraNews