Fakta Unik: Ada 5 Gerai! Palangka Raya Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Gerai TPID Koperasi Merah Putih
Pemerintah Kota Palangka Raya gencar perkuat Pengendalian Inflasi Palangka Raya dengan membuka gerai TPID Koperasi Merah Putih. Langkah ini jaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.
Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah strategis dalam upaya Pengendalian Inflasi Palangka Raya. Hal ini dilakukan dengan meresmikan gerai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Koperasi Merah Putih. Gerai ini berlokasi di Kelurahan Bukit Tunggal, memperluas jangkauan layanan.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyatakan bahwa gerai ini sangat penting. Keberadaan gerai TPID ini bertujuan menjaga stabilitas harga komoditas pangan. Selain itu, gerai ini juga diharapkan meningkatkan ketahanan pangan daerah.
Peresmian gerai TPID ini merupakan hasil kolaborasi antara TPID Kota Palangka Raya dan Perum Bulog Kanwil Kalteng. Langkah ini diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ini juga menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah-tengah warga.
Strategi Pemerintah Kota dalam Menjaga Stabilitas Harga
Kehadiran gerai TPID Koperasi Merah Putih ini dinilai sebagai langkah strategis Pemerintah Kota Palangka Raya. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas inflasi dan harga komoditas pangan di wilayah tersebut. Achmad Zaini menekankan pentingnya inisiatif ini.
Gerai TPID yang dikelola Koperasi Merah Putih Kelurahan Bukit Tunggal ini akan memperkuat Pengendalian Inflasi Palangka Raya. Selain itu, upaya ini juga meningkatkan ketahanan pangan daerah. Manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Zaini menambahkan, saat ini sudah ada beberapa gerai TPID lainnya yang beroperasi. Gerai-gerai tersebut tersebar di berbagai lokasi. Antara lain di kawasan Pasar Kahayan, wilayah Kelurahan Kalampangan, dan di Kelurahan Tangkiling. Total kini ada lima gerai yang aktif melayani masyarakat.
Perkembangan Inflasi dan Upaya Penanganannya
Berdasarkan data perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), tingkat inflasi di Palangka Raya menunjukkan peningkatan. Inflasi naik dari 0,96 persen pada Maret 2025 menjadi 1,85 persen pada Agustus 2025. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Meskipun demikian, kondisi inflasi tersebut masih terkendali berkat berbagai upaya Pengendalian Inflasi Palangka Raya. Data menunjukkan Month-to-Month (M-to-M) deflasi sebesar 0,08 persen. Sementara itu, Year-to-Date (Y-to-D) inflasi tercatat 1,19 persen, dan Year-on-Year (Y-on-Y) inflasi mencapai 1,85 persen.
“Melihat kondisi tersebut, kita harus bersama-sama menjaga harga agar tidak terus naik,” kata Zaini. Ia menegaskan bahwa walaupun inflasi meningkat sejak Maret, situasi masih terkendali. Hal ini berkat upaya kolektif yang telah dan terus dilakukan oleh berbagai pihak terkait.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, menjelaskan peran gerai baru ini. Gerai TPID Bukit Tunggal akan menyalurkan berbagai komoditas kebutuhan pokok. Termasuk di antaranya adalah beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Menurut Samsul, keberadaan gerai ini adalah bentuk kolaborasi konkret antara pemerintah, Bulog, dan koperasi. Kolaborasi ini sangat penting dalam menjaga stabilitas harga di pasaran. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Gerai TPID ke-5 ini kita hadirkan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat bisa terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Samsul. Ia berharap langkah ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, upaya ini juga diharapkan menekan laju Pengendalian Inflasi Palangka Raya secara signifikan.
Samsul menambahkan bahwa gerai TPID juga menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. “Dengan adanya Gerai Koperasi Merah Putih Bukit Tunggal, kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar peduli dan hadir untuk menjaga kestabilan pangan serta kesejahteraan warga,” pungkasnya.
Sumber: AntaraNews