Waspada Salah Kaprah! Nyeri Dada Cacar Api vs Serangan Jantung
Ketika seseorang terinfeksi cacar api, gejala yang muncul seringkali berupa nyeri yang sangat parah.
Cacar api, atau herpes zoster, sering kali memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lainnya. Ketika seseorang terinfeksi cacar api, mereka dapat merasakan nyeri hebat di salah satu bagian tubuh. Bila nyeri ini muncul di area dada, banyak yang mengira bahwa itu adalah tanda serangan jantung.
"Kalau kena cacar api ini kan rasanya tubuh baik-baik saja, lalu kaget ketika merasakan gejala nyeri. Kalau nyeri di dada kerap disangka serangan jantung," ungkap dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, Vito A Damay.
Vito menjelaskan bahwa ada perbedaan yang jelas antara serangan jantung dan cacar api. Seseorang yang mengalami cacar api akan merasakan beberapa gejala khas, seperti:
- nyeri tajam yang terasa seperti terbakar atau tertusuk
- rasa nyeri yang hanya muncul di satu sisi tubuh
- setelah rasa nyeri, akan muncul bintil merah berair di area yang nyeri.
Di sisi lain, gejala serangan jantung biasanya ditandai dengan:
- nyeri tumpul yang terasa seperti ditekan atau tertimpa beban berat
- rasa nyeri bisa menjalar ke lengan kiri, rahang, dan punggung
- nyeri disertai dengan sesak napas dan keringat dingin.
Vito juga menyadari bahwa banyak masyarakat awam kesulitan membedakan antara kedua gejala tersebut. Oleh karena itu, ia menyarankan agar jika Anda merasakan nyeri di dada, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
"Banyak yang bertanya, nyeri yang tajam itu seperti apa lalu nyeri yang tumpul seperti apa? Nah, sudah, lebih baik segera ke dokter untuk diperiksa," saran Vito dalam acara Pekan Imunisasi Sedunia bersama GSK.
Pengobatan awal cacar api dapat membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit
Apabila nyeri yang dirasakan disebabkan oleh cacar api, dokter akan memberikan perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. "Jika dalam 72 jam pertama bisa didiagnosis, pengobatan akan jauh lebih efektif," kata Vito.
Dengan melakukan deteksi dini, kita dapat mencegah terjadinya komplikasi nyeri saraf yang berkepanjangan, yang dikenal dengan istilah Neuralgia Post-Herpetik. Komplikasi ini sering kali menjadi momok bagi pasien yang telah sembuh dari cacar api, sehingga penting untuk segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak menunda konsultasi ke dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam proses penyembuhan.
Dengan demikian, pasien tidak hanya mendapatkan pengobatan yang efektif, tetapi juga mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari. Mengingat pentingnya waktu dalam diagnosis, kesadaran akan gejala awal sangat krusial untuk kesehatan jangka panjang.
Cacar api
Cacar api, yang juga dikenal sebagai herpes zoster, disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella zoster. Virus ini merupakan penyebab cacar air yang kita alami saat masih kecil atau remaja. Diperkirakan sekitar 95 persen populasi dunia telah terpapar virus ini, meskipun tidak semua mengalami gejala yang terlihat. Herpes zoster biasanya muncul ketika sistem kekebalan tubuh seseorang melemah. Ketika virus Varicella zoster kembali aktif, ia dapat menyebabkan lepuhan atau bintil-bintil pada salah satu sisi tubuh.
Lepuhan yang muncul dapat berisi cairan dan dapat terjadi di berbagai bagian tubuh seperti wajah, lengan, badan, atau kaki. Gejala khas dari herpes zoster ini adalah lentingan yang mengikuti jalur saraf, sehingga membentuk pola tertentu. Setelah lepuhan muncul, dalam beberapa hari akan terlihat bercak yang kemudian berkerak atau menjadi keropeng. Proses ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu, dan bisa disertai dengan rasa nyeri atau gatal pada area yang terkena. Pengobatan yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.