Fakta Inflasi: Pemkot Palangka Raya Gencarkan Pasar Murah untuk Pengendalian Inflasi, Beras dan Bawang Merah Jadi Sorotan
Pemerintah Kota Palangka Raya serius dalam upaya **pengendalian inflasi Palangka Raya** dengan menggelar pasar murah rutin. Cari tahu bagaimana strategi ini menekan harga bahan pokok dan menjaga stabilitas ekonomi daerah!
Pemerintah Kota Palangka Raya menunjukkan komitmen kuat dalam upaya **pengendalian inflasi Palangka Raya** di daerahnya. Melalui Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP), berbagai strategi efektif telah digulirkan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menjamin kelancaran distribusi di pasar lokal.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa upaya ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri. Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga beras dan bawang merah. Kondisi ini memerlukan respons cepat dan terukur dari pemerintah daerah.
Sejalan dengan itu, Kepala DPKUKMP Samsul Rizal menjelaskan bahwa pasar murah menjadi salah satu instrumen utama yang rutin dilaksanakan. Program ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga efektif menekan laju inflasi. Berbagai komoditas penting seperti beras, gula, dan minyak goreng menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan.
Lonjakan Indeks Harga Konsumen dan Pemicu Inflasi
Kementerian Dalam Negeri RI merilis indeks harga konsumen periode Juli pada minggu pertama bulan Agustus 2025. Lonjakan inflasi di Palangka Raya secara spesifik dipicu oleh kenaikan harga beras dan bawang merah. Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota dalam merumuskan kebijakan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, pada Juli 2025, inflasi Year on Year (y-on-y) di Kota Palangka Raya tercatat sebesar 1,62 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 107,44. Angka ini menunjukkan adanya pergerakan harga yang perlu diwaspadai.
Inflasi y-on-y ini terjadi karena kenaikan harga pada delapan dari sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik signifikan sebesar 9,56 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan juga mengalami kenaikan sebesar 2,62 persen, dan kelompok makanan, minuman, serta tembakau naik 2,48 persen.
Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 1,79 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 1,34 persen. Data ini memberikan gambaran komprehensif mengenai sektor-sektor yang berkontribusi terhadap inflasi. Pemerintah terus memantau pergerakan harga di semua sektor untuk **pengendalian inflasi Palangka Raya** yang efektif.
Strategi Pemkot Palangka Raya dalam Pengendalian Inflasi
Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen penuh untuk terus berupaya menjaga tingkat inflasi di daerahnya. Berbagai strategi **pengendalian inflasi Palangka Raya** dijalankan secara optimal. Ini termasuk operasi pasar murah, pasar penyeimbang, dan upaya strategis lainnya yang terencana.
Kepala DPKUKMP Samsul Rizal menyatakan bahwa pasar murah rutin digelar setiap akhir pekan. Paket yang dijual kepada masyarakat sangat beragam, meliputi kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih. Program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Harga jual produk dalam pasar murah ini dipastikan berada di bawah harga pasaran. Hal ini karena program dilaksanakan bekerja sama langsung dengan agen dan distributor, termasuk Bulog. Kolaborasi ini menjamin pasokan stabil dan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Selain pasar murah, DPKUKMP juga memiliki program operasi pasar berkala. Dalam program ini, pemerintah menyiapkan paket bahan pokok bersubsidi yang harus ditebus oleh masyarakat. Sebagai contoh, paket berisi beras 5 kg, gula pasir 2 kg, dan minyak goreng 2 liter yang seharusnya Rp150 ribu, disubsidi menjadi Rp100 ribu per paket. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menjaga daya beli masyarakat.
Sumber: AntaraNews