Aksi Buruh di Jakarta Diwarnai Penyusup, 101 Orang Dipulangkan
Kabid Humas Polda, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan ratusan orang tersebut dipulangkan semalam dan langsung dijemput oleh keluarga masing-masing.
Polisi memulangkan 101 orang yang diamankan yang diduga ingin menyusup ke dalam demo buruh di Jakarta, khususnya di Monas maupun DPR saat peringatan Hari Buruh Internasional.
Kabid Humas Polda, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan ratusan orang tersebut dipulangkan semalam dan langsung dijemput oleh keluarga masing-masing.
"Semalam 101 orang tersebut sudah pulang kerumah masing-masing dengan dijemput keluarga dan pendampingan dari LBH Jakarta," kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/202).
Satgas Gakkum
Meski begitu, Budi menyebut Satgas Gakkum Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang didapatkan, termasuk selebaran rencana aksi.
"Tentunya barang yg ditemukan serta selebaran dan rencana aksi tetap dalam pendalaman Satgas Gakkum PMJ," kata dia.
Selain itu, pendalaman juga masih dilakukan kepada aktor utama yang diduga menjadi penyandang dana.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya telah melakukan deteksi dini terhadap sejumlah kelompok perusuh yang diduga ingin menyusup ke dalam demo buruh di Jakarta, khususnya di Monas maupun DPR saat peringatan Hari Buruh Internasional.
"Di tengah kebahagiaan dan optimisme yang terbangun di Hari Buruh ini masih ada upaya-upaya provokatif, destruktif yang akan mencoreng marwah demokrasi. Upaya-upaya itu terlihat dari adanya kelompok anarkis atau perusuh yang berupaya menyusup ke dalam aksi buruh," kata dia saat konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat, (1/5/2026).
Mengamankan sejumlah barang
Iman menjelaskan pihaknya juga mengamankan sejumlah barang yang diduga untuk melakukan kerusuhan saat perayaan Hari Buruh, terutama di depan Gedung DPR.
"Yang pertama ada botol kosong. Sebagaimana terlihat, ada botol kosong dan kain pemicu untuk membuat bom molotov, termasuk kami juga menemukan atau mengamankan bensin atau bahan bakar yang bisa digunakan untuk dijadikan bom molotov bersama-sama dengan botol dan kain pemicu apinya," jelas dia.
Tak hanya itu, masih kata Iman, ada paku beton yang akan digunakan untuk merusak bangunan atau pembatas jalan.
Selain itu pihaknya menemukan, ketapel dengan gotri untuk menyerang petugas, termasuk sejumlah senjata tajam.
Temukan Dokumen Rencana Kerusuhan
Iman menegaskan, pihaknya menemukan dokumen rencana untuk melakukan kerusuhan.
"Mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya, jadi per jam mereka sudah mempersiapkan kapan mereka melakukan serangan atau serbuan, ini sudah mereka persiapkan, jadi datang dari mana, kemudian kejadiannya seperti apa, dan kembalinya harus ke mana, titik-titik kumpulnya mereka sudah tentukan," ungkap dia.
Selain itu, masih kata Iman, terlihat alur rencana mereka, baik pergerakan datang, berkumpul, dan melarikan diri jika ada petugas kepolisian melakukan tindakan tegas.
"Begitu pula kami juga telah mengamankan alat komunikasi yang digunakan oleh mereka di dalam mempersiapkan upaya-upaya membuat kerusuhan tersebut di tengah perayaan May Day hari ini," jelas dia.
Bahkan, dia pun memperlihatkan sejumlah uang yang berhasil diamankan, di mana berasal dari salah satu koordinator di lapangan, di mana akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang hadir untuk melakukan kerusuhan.
"Dalam pembicaraan sesama mereka terungkap beberapa fakta di antaranya mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen Serikat Buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung," tutur Iman.
101 Orang Ditangkap
Iman juga menegaskan, pihaknya telah melakukan langkah antisipatif, di mana menangkap sejumlah orang, sebelum melakukan tindak pidana.
Karena itu, bagi mereka yang tertangkap tangan membawa barang-barang berbahaya pendukung kerusuhan, saat ini sedang menjalani pemberian keterangan untuk dilakukan pendalaman, khususnya sumber pendanaan dan sumber provokasinya.
"Sejumlah 101 orang sedang memberikan informasi kepada kami, dan kami sampaikan setelah selesai penyampaian informasi tersebut mereka akan segera kembali ke rumahnya masing-masing," kata Iman.
"Kami berharap para orang tua dan keluarga dapat segera berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya maupun kantor-kantor kepolisian terdekat. Hal itu kami maksudkan untuk menghindari disinformasi maupun misinformasi," katanya.