Kemendagri Apresiasi Pengendalian Inflasi Kota Tangerang, Masuk Jajaran Terbaik Nasional
Kementerian Dalam Negeri menobatkan Pengendalian Inflasi Kota Tangerang sebagai salah satu dari 12 daerah terbaik, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengumumkan Kota Tangerang, Banten, sebagai salah satu dari 12 daerah terbaik. Kota Tangerang dinilai memiliki upaya konkret yang signifikan dalam pengendalian inflasi daerah. Pengakuan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah secara daring pada hari Selasa.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pemerintah Kota Tangerang. Tomsi Tohir Balaw mengatakan, "Kota Tangerang menjadi salah satu daerah yang dinilai aktif, konsisten, dan terukur dalam menjalankan program pengendalian inflasi." Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah.
Meskipun tekanan inflasi masih dirasakan di berbagai wilayah, langkah nyata pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif. Keberhasilan pengendalian inflasi ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan juga masyarakat. Tomsi menambahkan, “Daerah yang berhasil mengendalikan inflasi adalah yang mampu bergerak cepat, menjaga pasokan, serta memastikan distribusi tetap lancar.”
Strategi Konkret Pemkot Tangerang Jaga Stabilitas Harga
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan komitmen Pemkot dalam menjaga stabilitas harga. Pemerintah daerah tidak hanya berperan dalam koordinasi, tetapi juga melakukan langkah konkret di lapangan. Sachrudin menyatakan, “Pemkot Tangerang memastikan adanya aksi nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.” Upaya ini bertujuan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi warga.
Sejumlah langkah proaktif telah diterapkan untuk mengendalikan inflasi secara efektif. Ini termasuk pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala di berbagai titik. Selain itu, inspeksi mendadak (sidak) juga dilakukan ke pasar dan distributor untuk mencegah penimbunan. Langkah-langkah ini penting untuk memantau harga dan pasokan.
Pemkot juga menjalin kerja sama erat dengan daerah penghasil komoditas. Kolaborasi ini bertujuan memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok dari hulu ke hilir. Kerja sama antar daerah sangat vital untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Hal ini juga membantu menekan potensi kenaikan harga akibat kelangkaan.
Selain itu, program penanaman untuk memperkuat ketahanan pangan lokal terus digalakkan. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) kepada masyarakat terdampak. Dukungan transportasi juga diberikan guna menjaga kelancaran distribusi barang. Semua upaya ini dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat.
Capaian Inflasi Positif dan Inovasi Pemantauan Digital
Berdasarkan data inflasi per Maret 2026, Kota Tangerang menunjukkan capaian yang sangat positif. Angka inflasi di kota ini tercatat sebesar 3,01 persen. Ini merupakan indikator keberhasilan upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan.
Capaian 3,01 persen ini merupakan yang terendah di Provinsi Banten. Inflasi Provinsi Banten sendiri mencapai 3,55 persen pada periode yang sama. Secara nasional, angka inflasi berada di 3,48 persen (year on year). Hal ini menempatkan Kota Tangerang di posisi yang membanggakan dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi.
Meskipun demikian, sejumlah komoditas masih menjadi penyumbang utama inflasi. Sektor transportasi, bahan pangan, dan energi terus menunjukkan tekanan harga. Kontribusi inflasi dari sektor-sektor ini terjadi baik secara bulanan maupun tahunan. Perlu strategi khusus untuk menstabilkan harga pada komoditas tersebut.
Pemkot Tangerang juga memperkuat sistem pemantauan harga berbasis digital. Sistem ini diimplementasikan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Inovasi ini memungkinkan respons kebijakan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Pemantauan digital membantu identifikasi masalah pasokan atau harga secara real-time. Tomsi Tohir Balaw menegaskan, “Pengendalian inflasi bukan hanya menekan angka, tetapi memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi daerah terus bergerak.”
Komitmen Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah pengendalian inflasi. Tujuannya adalah menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga dengan baik. Ketersediaan kebutuhan pokok juga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ini dilakukan melalui berbagai program dan kebijakan yang berkelanjutan.
Wali Kota Sachrudin menyatakan bahwa koordinasi akan terus diperkuat secara intensif. Pemkot memastikan kebijakan pengendalian inflasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sachrudin menambahkan, “Kami akan terus memperkuat koordinasi dan memastikan kebijakan pengendalian inflasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dan tentunya, kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan para pelaku usaha yang ikut menjaga keseimbangan harga di pasar lokal.”
Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan. Ini untuk mencapai stabilitas ekonomi yang berkelanjutan. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang kondusif. Hal ini mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.
Sumber: AntaraNews