Tekan Inflasi Jelang Akhir Tahun, Pemkab Trenggalek Gelar Operasi Pasar Murah
Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Bakorwil Madiun menggelar Operasi Pasar Murah Trenggalek untuk menekan inflasi dan stabilkan harga kebutuhan pokok jelang akhir tahun.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bekerja sama dengan Bakorwil Madiun Provinsi Jawa Timur menggelar operasi pasar murah. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat di wilayah tersebut.
Operasi pasar ini dilaksanakan pada Senin, 17 November, sebagai respons terhadap lonjakan harga pangan yang kerap terjadi menjelang akhir tahun. Inisiatif ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Trenggalek dapat membeli berbagai komoditas penting dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi dan memastikan ketersediaan pangan.
Strategi Pemkab Trenggalek Hadapi Kenaikan Harga
Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, menjelaskan bahwa operasi pasar murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi. Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun menjadi perhatian utama.
"Melalui Operasi Pasar Murah ini masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga lebih murah. Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi," ujar Edy Soepriyanto, menegaskan komitmen Pemkab Trenggalek. Intervensi pasar ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur. Pemkab Trenggalek berupaya memberikan solusi nyata bagi warganya dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Fokus utama dari Operasi Pasar Murah Trenggalek adalah memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang wajar. Hal ini krusial untuk menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi rumah tangga.
Ragam Komoditas dan Sasaran Operasi Pasar Murah
Dalam Operasi Pasar Murah Trenggalek ini, beragam komoditas pangan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak satu ton, serta 100 paket beras premium.
Selain itu, tersedia juga 150 kilogram telur, 50 kilogram bawang merah, dan 50 kilogram bawang putih. Untuk kebutuhan bumbu dapur lainnya, disiapkan 20 kilogram cabai, 100 paket tepung, dan 150 paket gula.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Trenggalek, Saniran, menyatakan bahwa operasi pasar ini digelar di empat titik berbeda. Sasaran kegiatan mencakup masyarakat umum dan juga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Setiap pembeli diberikan kebebasan untuk memilih komoditas sesuai dengan kebutuhan rumah tangga mereka. Fleksibilitas ini bertujuan agar bantuan pangan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran di seluruh wilayah Trenggalek.
Antusiasme Warga dan Komitmen Pengawasan Harga
Antusiasme masyarakat Trenggalek terhadap Operasi Pasar Murah ini cukup tinggi, seperti yang diungkapkan oleh Saniran. Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif pemerintah sangat dibutuhkan oleh warga dalam menghadapi kenaikan harga.
Diskomindag Trenggalek terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran. Jika ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan, pemerintah tidak akan ragu untuk kembali melakukan intervensi pasar.
"Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Kami terus memantau perkembangan harga dan jika ditemukan kenaikan signifikan, intervensi akan kembali dilakukan," kata Saniran, menegaskan komitmen pemerintah daerah.
Langkah intervensi pasar menjadi strategi penting untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, terutama menjelang akhir tahun. Pemkab Trenggalek berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.
Sumber: AntaraNews