Bupati Trenggalek Sosialisasikan Visi Adil Makmur dalam RPJMD 2025-2029

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mensosialisasikan visi pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029 yang mengusung tema "Terwujudnya Kabupaten Trenggalek yang Adil dan Makmur" sebagai dasar arah pembangunan ke depan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Trenggalek Sosialisasikan Visi Adil Makmur dalam RPJMD 2025-2029
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mensosialisasikan visi pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029 yang mengusung tema "Terwujudnya Kabupaten Trenggalek yang Adil dan Makmur" sebagai dasar arah pembangunan ke depan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Trenggalek baru-baru ini menggelar sosialisasi mengenai visi pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk periode 2025–2029. Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, di Gedung Serbaguna Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Trenggalek. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menjelaskan arah pembangunan Kabupaten Trenggalek selama lima tahun mendatang.

Visi utama yang diusung dalam RPJMD Trenggalek 2025-2029 adalah "Terwujudnya Kabupaten Trenggalek yang Adil dan Makmur". Bupati Nur Arifin menjelaskan bahwa konsep adil dan makmur ini akan menjadi fondasi serta pedoman utama bagi seluruh kebijakan dan program pembangunan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berpihak pada keadilan dan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sosialisasi ini menjadi langkah penting bagi Pemkab Trenggalek dalam melibatkan berbagai pihak untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tujuan pembangunan. Dengan demikian, diharapkan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan dapat bersinergi mewujudkan Trenggalek yang lebih baik. Visi ini juga diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan pembangunan daerah.

Konsep "adil dan makmur" yang diusung dalam RPJMD Trenggalek 2025-2029 tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan sosial. Bupati Nur Arifin menegaskan bahwa visi ini juga selaras dengan agenda global pembangunan berkelanjutan dan komitmen Indonesia menuju tahun 2030. Pembangunan di Trenggalek akan diarahkan menuju konsep kota berkelanjutan (sustainable city), pembangunan hijau, serta target Net Zero Carbon.

Arah pembangunan ini mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 11, yang menekankan pentingnya menciptakan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah bertekad untuk memastikan bahwa setiap langkah pembangunan senantiasa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan alam. Hal ini menunjukkan komitmen Trenggalek dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan keberlanjutan ekologis.

Fokus pada pembangunan hijau dan Net Zero Carbon menjadi prioritas untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Upaya ini mencakup berbagai inisiatif mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan demikian, Trenggalek berupaya menjadi contoh daerah yang serius dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Dalam forum sosialisasi tersebut, Bupati Mochamad Nur Arifin juga secara tegas menyatakan sikapnya terhadap rencana tambang emas yang pernah masuk ke wilayah Trenggalek. Beliau menyampaikan bahwa aktivitas tambang tidak akan memberikan keadilan bagi ratusan ribu warga yang berpotensi terdampak langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, rencana tersebut dinilai tidak sejalan dengan visi RPJMD yang mengedepankan keadilan dan kemakmuran masyarakat.

Penolakan terhadap tambang emas ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Trenggalek untuk menjaga kelestarian lingkungan. Bupati Nur Arifin menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan kunci utama bagi keberlanjutan ekonomi daerah. Keputusan ini menunjukkan prioritas pemerintah daerah dalam melindungi sumber daya alam dan kesejahteraan jangka panjang warganya di atas kepentingan eksploitasi yang berpotensi merusak.

Untuk memperkuat kesadaran ekologis di tengah masyarakat, Pemkab Trenggalek juga terus menggencarkan program Adipura Desa. Program ini menjadi pondasi penting dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan. Melalui Adipura Desa, diharapkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di tingkat desa semakin meningkat, menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua.

Pemerintah daerah berharap bahwa dengan lingkungan yang terjaga dan nyaman, Trenggalek akan menjadi tujuan kunjungan yang menarik di masa depan. Fokus pada ekowisata dan pembangunan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik daerah. Hal ini sejalan dengan upaya untuk membangun citra Trenggalek sebagai daerah yang peduli lingkungan dan menawarkan kualitas hidup yang tinggi bagi penduduknya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi