PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengambil langkah proaktif dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya perdagangan karbon. Inisiatif ini dilaksanakan dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari komitmen Pertamina NRE untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa tentang perkembangan transisi energi dan isu-isu keberlanjutan. Edukasi ini diharapkan dapat membekali mereka dengan pengetahuan dan kesadaran akan peran energi bersih di masa depan.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menjelaskan bahwa pengenalan perdagangan karbon sangat krusial. Tujuannya agar generasi muda dapat memahami mekanisme pasar karbon dalam mendukung pengurangan emisi dan mencapai target dekarbonisasi di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Mengenal Perdagangan Karbon dan Target Dekarbonisasi
Perdagangan karbon adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca secara efektif dan efisien. Dalam mekanisme ini, perusahaan atau entitas yang berhasil mengurangi emisi di bawah batas yang ditentukan dapat menjual kelebihan kredit karbonnya kepada pihak lain yang emisinya masih tinggi.
Sistem ini bertujuan untuk memberikan insentif ekonomi bagi perusahaan untuk mengurangi emisi, sehingga semakin banyak pihak terdorong untuk berpartisipasi dalam pengurangan polusi.
“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Sri Nur Hidayati. Melalui pemahaman ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Advertisement
Pada PGTC 2026, Pertamina NRE juga menghadirkan booth interaktif yang tidak hanya menjelaskan tentang perdagangan karbon, tetapi juga proses pengurangan emisi melalui kredit karbon. Booth ini turut memamerkan pengembangan proyek energi rendah karbon yang sejalan dengan visi Net Zero Emission (NZE) 2060.
Advertisement
Peluang Green Jobs di Tengah Transisi Energi
Selain perdagangan karbon, Pertamina NRE juga memperkenalkan konsep "green jobs" kepada para mahasiswa. Green jobs adalah pekerjaan yang secara langsung berkontribusi pada perlindungan lingkungan dan keberlanjutan, serta sedang menjadi tren global seiring meningkatnya fokus terhadap energi bersih.
Peningkatan fokus dunia terhadap energi bersih dan keberlanjutan telah menciptakan permintaan yang signifikan untuk tenaga kerja dengan keahlian di bidang ini. Hal ini menunjukkan bahwa transisi energi bukan hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang karier dan pengembangan kompetensi baru yang menjanjikan bagi generasi muda.
Sri Nur Hidayati menambahkan bahwa Pertamina NRE melihat potensi besar dalam pengembangan kompetensi generasi muda di sektor energi terbarukan. Perusahaan berkomitmen untuk mendukung penguatan kapasitas mereka agar siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di masa depan.
Advertisement
PGTC 2026 sendiri mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact,” yang bertujuan mempertemukan industri dengan mahasiswa. Acara ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai tantangan dan peluang sektor energi di masa mendatang.
Advertisement
Kontribusi Masyarakat dalam Pengurangan Emisi
Mekanisme perdagangan karbon mendorong lebih banyak pihak untuk mengurangi emisi karena adanya nilai ekonomi dari setiap pengurangan yang berhasil dilakukan. Ini menciptakan pasar yang dinamis untuk kredit karbon, dengan Pertamina NRE sendiri telah aktif dalam penerbitan dan penjualan kredit karbon dari proyek-proyek energi bersihnya.
Bagi masyarakat umum, kontribusi terhadap pengurangan emisi juga dapat dilakukan melalui program carbon offset. Misalnya, dengan mendukung inisiatif penanaman pohon atau berinvestasi pada proyek-proyek energi bersih untuk membantu mengimbangi emisi dari aktivitas sehari-hari.
“Partisipasi Pertamina NRE dalam Pertamina Goes to Campus 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional melalui pengembangan energi bersih, peningkatan literasi terkait carbon trading, serta penguatan kapasitas generasi muda di sektor energi berkelanjutan,” pungkas Sri Nur Hidayati.
Advertisement
Sumber: AntaraNews