The Overtunes Guncang Panggung Java Jazz 2026, Perkenalkan Lagu Baru Setelah Vakum
The Overtunes kembali memeriahkan panggung Java Jazz 2026 dengan penampilan energik, sekaligus memperkenalkan lagu terbaru dari album mereka yang akan datang setelah dua tahun vakum.
The Overtunes sukses memukau penonton pada gelaran myBCA International Java Jazz Festival 2026, Sabtu (30/5). Trio kakak-beradik ini tampil energik di Sosro Stage, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten. Penampilan ini menjadi momen penting bagi The Overtunes setelah sempat rehat dari dunia musik selama dua tahun.
Grup musik yang digawangi oleh Mada Emmanuelle (bas, vokal), Reuben Nathaniel (gitar, vokal), dan Mikha Angelo (vokal, gitar) ini membuka aksi panggungnya dengan lagu “Tak Bisa Kupercaya”. Kehadiran mereka disambut antusiasme tinggi dari para penggemar yang telah lama menantikan kembalinya The Overtunes.
Momen spesial ini juga dimanfaatkan The Overtunes untuk memperkenalkan materi lagu baru dari album mereka yang akan datang. Mikha Angelo mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali bermusik dan tampil di panggung bergengsi seperti Java Jazz 2026.
Kembalinya The Overtunes dan Antusiasme Penggemar
Penampilan The Overtunes di Java Jazz 2026 menjadi penanda kembalinya mereka ke industri musik setelah vakum selama dua tahun. Mikha Angelo berbagi perasaannya tentang momen tersebut. “Sebelumnya selama dua tahun ke belakang The Overtunes sedang break. Sampai akhirnya tahun ini kita memutuskan untuk kembali bermusik lagi,” ujar Mikha.
Mikha melanjutkan, “Dan bisa tampil di panggung sebesar ini merupakan kehormatan yang sangat tinggi. Terima kasih juga teman-teman sudah datang. Di Java Jazz ini spesial karena kita akan membawakan lagu baru.” Pernyataan ini menunjukkan betapa berartinya kesempatan tampil di festival sebesar Java Jazz bagi mereka.
Setelah lagu pembuka, The Overtunes melanjutkan penampilan mereka dengan membawakan sejumlah hits seperti “Benar-Benar,” “Endlessly”, “I Still Love You”, dan “Seperti Dulu”. Setiap lagu dibawakan dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana intim antara The Overtunes dan penonton Java Jazz 2026.
Makna Simbol "Sunrise" dan Karya Terbaru
Salah satu elemen visual menarik dalam aksi panggung The Overtunes adalah kehadiran simbol “Sunrise”. Simbol ini memiliki makna mendalam yang mencerminkan konsep di balik karya terbaru grup tersebut. Mikha Angelo menjelaskan bahwa “Sunrise” bukan sekadar visual semata.
“Kebetulan kalau tadi kalian lihat banyak simbol di sini, 'Sunrise' itu mungkin memang sebuah ide, sebuah konsep yang kami sedang banyak pikirkan, banyak renungkan, dan mungkin ingin bagikan ke kalian di karya kami berikutnya,” tutur Mikha. Konsep ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi para pendengar musik The Overtunes.
The Overtunes kemudian membawakan lagu “Sampai Kapan”, yang merupakan bagian dari album terbaru mereka yang akan datang. Lagu ini menjadi representasi dari pemikiran dan perenungan yang telah mereka lakukan selama masa rehat.
Pesan di Balik Lagu "Sampai Kapan"
Reuben Nathaniel menjelaskan filosofi di balik lagu “Sampai Kapan” yang diperkenalkan di Java Jazz 2026. Lagu ini lahir dari proses kolaborasi yang jujur di antara ketiga personel The Overtunes. “Waktu kita kumpul di studio bareng, enggak gengsi nulis bareng bertiga lagi,” kata Reuben.
Reuben menambahkan bahwa pesan utama lagu ini adalah tentang tidak menunda-nunda lagi. “Itu yang pertama kali kita pingin sampaikan ke diri kita sendiri mungkin sebelum ke orang-orang adalah 'Sampai Kapan'. nunda-nunda lagi gitu,” jelasnya. Pesan sederhana ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang.
Lagu baru tersebut disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari penonton. Sebagai penutup penampilan mereka yang mengesankan, The Overtunes membawakan lagu “Sayap Pelindungmu”, meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar yang hadir di Java Jazz 2026.
Sumber: AntaraNews