Kelakar Prabowo soal Polisi Tak Mau di Bawah Kemhan

Prabowo berbagi kisah mengenai pengalamannya sebagai Menteri Pertahanan dalam periode 2019 hingga 2024.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Kelakar Prabowo soal Polisi Tak Mau di Bawah Kemhan
Presiden Prabowo Subianto (empat dari kanan) saat memimpin Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026) (Biro Pers)

Presiden Prabowo Subianto membagikan cerita menarik saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan periode 2019–2024. Momen nostalgia ini diceritakan Prabowo saat dirinya memimpin acara Panen Raya TNI yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026).

Di hadapan para hadirin, Presiden Prabowo awalnya menyampaikan rasa bangganya melihat banyak personel TNI maupun Polri yang saat ini sudah menggunakan mobil jip operasional hasil karya anak bangsa.

"Kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia. Sekarang TNI dan Polri sudah pakai Jeep buatan putra-putri Indonesia," ungkap Prabowo dalam sambutannya.

Di tengah pembahasan mengenai kendaraan taktis tersebut, Prabowo lantas menyelipkan cerita masa lalu terkait hubungannya dengan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sembari berseloroh, ia menyinggung bagaimana Polri kala itu tidak bersedia ditempatkan di bawah naungan Kementerian Pertahanan yang dipimpinnya.

"Waktu saya Menteri Pertahanan disodorkan, 'Pak'. Waktu itu, saya Menhan, jadi saya enggak bisa ngurus Polri, sorry. Lantas polisi enggak mau di bawah Menteri Pertahanan sih," ujar Prabowo yang langsung disambut tawa.

Lebih lanjut, Prabowo menceritakan dilema yang dihadapinya saat merintis kendaraan lokal tersebut. Kala itu, pihak TNI menyodorkan dua opsi pilihan kepadanya: membeli jip buatan luar negeri yang sudah teruji kualitasnya dengan harga yang cenderung lebih murah, atau memilih jip buatan dalam negeri yang secara biaya justru lebih mahal.

Demi masa depan industri otomotif dan kemandirian bangsa, Prabowo akhirnya mengambil keputusan yang berani. "Ya kalau saya pilih yang murah ini, kapan Indonesia punya Jip sendiri? Ya sudah saya pilih yang mahal, agak mahal, tapi buatan anak-anak Indonesia sendiri," tegasnya.

Keputusan visioner itulah yang melahirkan jip Maung. Kendaraan taktis buatan PT Pindad ini sekarang tidak hanya menjadi kendaraan resmi Prabowo dalam menjalankan tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia, tetapi juga telah didistribusikan secara luas untuk para perwira tinggi maupun menengah di lingkungan TNI dan Polri.

"Ya itu Maung, yang sekarang dipakai perwira-perwira kita. Sekarang pakai Maung. Saya dengar Pak Danramil sudah pakai jip juga ya. Gagah itu. Ya enggak bisa semua serentak. Itu ada yang teriak belum. Pasti Danramil yang belum dapat jip itu loh," canda Prabowo lagi, memecah suasana.

Di akhir sambutannya, Prabowo kembali menegaskan rasa bangganya yang mendalam. Ia mengaku sangat terharu setiap kali melihat kendaraan jip tersebut melintas di jalanan kota. "Jadi sekarang kalau saya lihat kota, saya lihat ada Jip, bangga juga saya. Waduh TNI sekarang pakai Jip sendiri," pungkasnya.

Rekomendasi