PT RMI Targetkan Giling 1,55 Juta Ton Tebu, Dukung Swasembada Gula Nasional 2026
PT Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar optimis capai target giling 1,55 juta ton tebu di musim giling 2026, berkontribusi signifikan pada upaya Swasembada Gula Nasional. Simak detail target produksinya!
PT Rejoso Manis Indo (RMI) - Mitr Phol Group, sebuah pabrik gula terkemuka di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menargetkan penggilingan tebu sebanyak 1,55 juta ton pada musim giling 2026. Target ambisius ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung program Swasembada Gula Nasional yang dicanangkan pemerintah. Dengan kapasitas giling yang optimal, PT RMI optimis dapat berkontribusi signifikan terhadap kebutuhan gula domestik.
Musim giling 2026 secara resmi dimulai dengan tradisi 'Manten Tebu' yang diselenggarakan di area pabrik PT RMI, Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Acara ini menjadi penanda dimulainya aktivitas penggilingan yang diharapkan dapat menghasilkan produksi gula kristal putih yang melimpah. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan produksi gula ini.
Wakil Presiden Direktur PT Rejoso Manis Indo, Syukur Iwantoro, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca sepanjang tahun ini sangat kondusif bagi pertumbuhan tanaman tebu. Iklim yang ideal, dengan penanaman di musim hujan dan panen di musim kemarau, menciptakan lingkungan yang sempurna untuk perkembangan tebu yang berkualitas tinggi. Faktor iklim ini menjadi dasar optimisme perusahaan dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Target Produksi Gula PT RMI 2026
PT RMI telah menetapkan target produksi yang ambisius untuk musim giling 2026, yaitu menggiling tebu hingga 1,55 juta ton. Dengan rendemen minimal 8 persen, bahkan diharapkan mencapai 9 persen, perusahaan memperkirakan dapat menghasilkan 128.000 hingga 135.000 ton gula kristal putih. Target ini jauh lebih baik dibandingkan realisasi produksi tahun 2025 yang tidak mencapai 100.000 ton karena cuaca yang kurang mendukung.
Syukur Iwantoro menjelaskan, "Sekarang ini lebih kondusif, dari awal penanaman sampai kini. Iklimnya cocok untuk tebu. Pada penanaman musim hujan, peremajaan dan panen kemarau. Jadi ini ideal untuk tebu." Kapasitas giling pabrik sebesar 10.000 TCD (ton cane per day) juga menjadi faktor kunci dalam mencapai target produksi yang diharapkan. Kondisi iklim yang mendukung ini menjadi harapan besar bagi peningkatan produksi gula nasional.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program Swasembada Gula Nasional yang menjadi prioritas pemerintah. Kebutuhan gula secara nasional mencapai 6,5 juta hingga 6,7 juta ton per tahun, sehingga kontribusi dari PT RMI sangat penting. Dengan hasil produksi yang optimal, PT RMI berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat Indonesia.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Petani
Dukungan terhadap peningkatan produksi gula tidak hanya datang dari pihak pabrik, tetapi juga dari Pemerintah Kabupaten Blitar. Bupati Blitar, Rijanto, menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas dan kuantitas tebu. Pemerintah Kabupaten Blitar memberikan fasilitas bongkar ratoon dan mendorong penanaman bibit unggul tebu, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanaman secara keseluruhan.
"Petani tentunya selama ini sudah kerja keras, kami bimbing, kami dampingi untuk bongkar ratoon, penanaman bibit unggul tebu. Harapannya kalau ini kompak ditanam dengan baik, produksi tebu ke depan semakin bagus," ujar Bupati Rijanto. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen tebu dan pada akhirnya berdampak positif pada produksi gula. Sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pabrik menjadi kunci keberhasilan program ini.
PT RMI juga secara aktif mendampingi petani tebu melalui berbagai program bimbingan dan pembinaan. Syukur Iwantoro menambahkan, "Kami terus melakukan bimbingan, pembinaan kepada petani, insentif kepada petani, termasuk di dalamnya sistem pembayaran, harga yang tepat sesuai dengan aturan pemerintah." Pendampingan ini mencakup aspek teknis budidaya hingga sistem pembayaran yang adil, memastikan kesejahteraan petani tetap menjadi perhatian utama.
Optimalisasi Iklim dan Kesejahteraan Petani
Kondisi iklim yang baik di tahun ini menjadi faktor penentu utama optimisme PT RMI dalam mencapai target produksi gula. Pengalaman di tahun 2025 menunjukkan bahwa cuaca yang tidak mendukung dapat secara signifikan mempengaruhi hasil panen tebu. Oleh karena itu, kondisi iklim yang kondusif saat ini memberikan harapan besar untuk peningkatan produksi.
Bupati Blitar Rijanto juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tebu untuk mencapai produksi gula yang lebih tinggi. "Yang kemarin sudah bagus, tapi ini nanti akan lebih bagus lagi dan semakin tahun semakin meningkat. Karena ini adalah termasuk program strategis nasional ketahanan pangan. Programnya Presiden, tentunya harus kita dukung," kata Bupati. Peningkatan produksi gula ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Blitar.
Dalam rangkaian acara 'Manten Tebu', turut dilaksanakan deklarasi Masyarakat Petani Tebu Kabupaten Blitar. Deklarasi ini, yang diwakili oleh 10 petani mitra perusahaan, merupakan harapan kepada pemerintah pusat untuk memperkuat ekosistem industri gula nasional. Kehadiran tokoh seperti Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah dan Ketua Umum Pandu Tani Indonesia (Patani) Sarjan Tahir menegaskan dukungan luas terhadap upaya Swasembada Gula Nasional.
Sumber: AntaraNews