Tradisi Manten Tebu PG Mojopanggung Dimulai, Perkuat Optimisme Swasembada Gula Nasional 2027
Tradisi Manten Tebu di Pabrik Gula Mojopanggung Tulungagung kembali digelar, menandai awal musim giling 2026 dan memperkuat langkah menuju swasembada gula nasional yang diproyeksikan tercapai pada 2027.
Pabrik Gula (PG) Mojopanggung di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kembali menggelar Tradisi Manten Tebu pada Sabtu, 9 Mei 2026. Acara sakral ini menjadi penanda resmi dimulainya musim giling tebu tahun 2026 di wilayah tersebut. Pelaksanaan tradisi ini sekaligus memperkuat optimisme terhadap pencapaian swasembada gula nasional.
Dalam prosesi adat yang sarat makna ini, sepasang boneka tebu didandani layaknya pengantin dan diarak menuju mesin penggilingan. Tradisi turun-temurun ini merepresentasikan sinergi erat antara para petani tebu dengan industri gula. Kolaborasi ini sangat vital dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Berbagai pihak turut hadir dalam acara pembukaan musim giling ini, termasuk perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan produksi gula lokal. Upaya ini sejalan dengan target swasembada gula nasional yang diharapkan tercapai pada tahun 2027.
Manten Tebu: Simbol Sinergi dan Optimisme Produksi Gula
Tradisi Manten Tebu di PG Mojopanggung bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol kuat dari hubungan harmonis antara petani dan pabrik. Prosesi ini menegaskan pentingnya kerja sama dalam upaya mencapai hasil produksi gula yang optimal. Sinergi ini menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan industri gula di Indonesia.
General Manager PG Mojopanggung, Sugiyanto, menyatakan target ambisius untuk musim giling 2026. Pihaknya menargetkan volume giling tebu mencapai 446.123 ton. Dari jumlah tersebut, proyeksi produksi gula diharapkan bisa mencapai 33.705 ton.
"Target giling tahun ini sebesar 446.123 ton tebu dengan target produksi gula mencapai 33.705 ton," kata Sugiyanto di sela prosesi pembukaan musim giling di PG Mojopanggung, Tulungagung. Pasokan tebu untuk PG Mojopanggung sendiri berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Target Swasembada Gula Nasional
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menunjukkan dukungan penuh terhadap peningkatan produksi gula lokal. Dukungan ini merupakan bagian integral dari program swasembada gula nasional. Upaya ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan gula yang memadai bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang turut hadir menyaksikan prosesi Manten Tebu, mengumumkan rencana strategis. Pihaknya menyiapkan perluasan lahan tebu baru seluas 3.000 hektare. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat produksi gula di tingkat lokal.
“Kami mencanangkan perluasan lahan tebu baru seluas 3.000 hektare untuk meningkatkan produksi gula lokal,” ujarnya. Sementara itu, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) juga terus mempercepat langkah peningkatan produksi. Mereka berupaya mendukung target swasembada gula nasional yang diproyeksikan tercapai pada tahun 2027.
Strategi Peningkatan Produksi dan Tantangan Iklim
Supervisor Pengembangan PT SGN, Putu Sukarmen, mengungkapkan target kontribusi perusahaannya. PT SGN menargetkan produksi gula mencapai 1,1 juta ton. Angka ini setara dengan sekitar 34 persen dari target nasional yang sebesar 3 juta ton gula.
“Kami menargetkan produksi 1,1 juta ton gula atau berkontribusi sekitar 34 persen dari target nasional,” jelas Putu Sukarmen. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan terus memperluas areal tanam tebu. Selain itu, mereka juga mempercepat program bongkar ratun. Langkah-langkah ini penting guna menjaga ketersediaan bahan baku tebu dan sekaligus meningkatkan kualitas rendemen.
Meskipun tantangan musim kemarau masih membayangi, kondisi iklim tahun ini diperkirakan lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Kondisi cuaca yang lebih kondusif ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi gula secara keseluruhan. Peningkatan ini juga diharapkan dapat menjaga kesejahteraan para petani tebu di seluruh wilayah.
Sumber: AntaraNews