Pemkab Majalengka Dukung Penuh Program Bongkar Ratoon Tebu Kementan untuk Swasembada Gula
Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan dukungan penuh terhadap program bongkar ratoon tebu yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan) demi mencapai swasembada gula nasional dan meningkatkan produktivitas tebu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Jawa Barat, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program bongkar ratoon tebu. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai upaya strategis untuk mempercepat pencapaian swasembada gula nasional. Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda pertanian berskala nasional.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP3K) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan bahwa program bongkar ratoon tebu merupakan langkah penting. Menurutnya, inisiatif Kementan ini bertujuan utama untuk meningkatkan produktivitas komoditas tebu di seluruh wilayah. Peningkatan produktivitas diharapkan membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani.
Majalengka siap mendukung penuh program ini melalui berbagai aspek krusial. Dukungan tersebut meliputi pendampingan intensif bagi para petani, penyiapan lahan yang memadai, serta penguatan koordinasi lintas sektor terkait. Langkah-langkah ini diambil agar program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat langsung bagi petani tebu di Majalengka.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah untuk Swasembada Gula
Pemkab Majalengka berkomitmen penuh untuk menyukseskan program bongkar ratoon tebu yang dicanangkan oleh Kementan. Gatot Sulaeman dari DP3K Majalengka menyatakan bahwa dukungan ini adalah bagian integral dari strategi nasional untuk mempercepat swasembada gula. Pihaknya berupaya memastikan program ini dapat berjalan optimal di tingkat lokal.
Dukungan Pemkab Majalengka tidak hanya sebatas pernyataan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata. Pendampingan berkelanjutan akan diberikan kepada petani tebu, memastikan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Selain itu, kesiapan lahan menjadi prioritas untuk menunjang keberhasilan penanaman tebu baru.
Koordinasi yang erat antar berbagai sektor juga menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program ini. Sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pihak terkait lainnya diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan di lapangan. Tujuannya adalah agar program bongkar ratoon tebu dapat memberikan hasil yang maksimal dan berkelanjutan bagi petani Majalengka.
Progres Penyaluran Benih Program Bongkar Ratoon Tebu di Majalengka
Progres penyaluran benih untuk program bongkar ratoon tebu di Majalengka terus berjalan. Pada 9 Januari 2026, telah dilaksanakan rapat sinkronisasi data salur benih untuk Kabupaten Majalengka dan Indramayu di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Rapat ini penting untuk memastikan akurasi data dan kelancaran distribusi benih.
Berdasarkan hasil sinkronisasi data tersebut, realisasi penyaluran benih bongkar ratoon tebu di Kabupaten Majalengka telah mencapai 417 hektare. Angka ini merupakan bagian dari target keseluruhan seluas 1.000 hektare yang ditetapkan. Penyaluran benih ini dilakukan dengan persyaratan kelengkapan peta poligon dan berita acara serah terima barang untuk akuntabilitas.
Untuk memenuhi sisa target penyaluran benih, pihak penyedia telah menyatakan kesanggupan untuk segera mendistribusikan kekurangannya. Distribusi lanjutan seluas 583 hektare untuk Kabupaten Majalengka ditargetkan rampung paling lambat pada pekan keempat Januari 2026. Percepatan ini diharapkan dapat mendukung jadwal tanam petani.
Potensi Majalengka dalam Pengembangan Tebu dengan PG Jatitujuh
Kabupaten Majalengka memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas tebu, terutama dengan keberadaan Pabrik Gula (PG) Jatitujuh. PG Jatitujuh menjadi keunggulan tersendiri yang mendukung ekosistem industri gula di daerah ini. Kehadiran pabrik gula ini memberikan kepastian pasar bagi hasil panen tebu petani.
Luas lahan tebu di Majalengka saat ini mencapai sekitar 3.000 hektare. Lahan-lahan ini tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Jatitujuh, Kertajati, Ligung, dan Sumberjaya. Potensi lahan yang luas ini menjadi modal penting untuk meningkatkan produksi tebu dan mendukung program swasembada gula nasional.
Pengembangan tebu di Majalengka tidak hanya mengandalkan luas lahan, tetapi juga didukung oleh program-program pemerintah seperti bongkar ratoon tebu. Sinergi antara potensi lahan, keberadaan PG Jatitujuh, dan dukungan pemerintah diharapkan dapat mengoptimalkan hasil panen tebu. Peningkatan produksi akan berkontribusi signifikan terhadap pasokan gula di Indonesia.
Sumber: AntaraNews