Kementan Tinjau Kebun SGN, Bongkar Ratoon Jadi Kunci Pengawasan Distribusi Gula Nasional
Kementerian Pertanian meninjau program Bongkar Ratoon di kebun PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk memastikan peningkatan produktivitas tebu dan memperketat pengawasan distribusi gula kristal rafinasi.
Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini meninjau kebun bongkar ratoon pabrik gula Sragi di Pekalongan, Jawa Tengah. Peninjauan ini dilakukan pada Selasa oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dalam rangka memperketat pengawasan distribusi gula kristal rafinasi. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, menekankan pentingnya program ini bagi industri gula nasional.
Bongkar ratoon sendiri merupakan upaya peremajaan tanaman tebu yang esensial. Program ini dilakukan dengan mengganti batang tebu tua menggunakan bibit baru yang lebih unggul. Langkah ini dianggap strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan dan memperkuat ketahanan bahan baku gula nasional.
Kunjungan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan BUMN perkebunan dalam mengawal agenda swasembada gula nasional. Abdul Roni Angkat menegaskan bahwa agenda kunjungan ini bukan sekadar inspeksi lapangan biasa. Ini adalah komitmen bersama untuk mencapai kedaulatan pangan, khususnya di sektor gula.
Strategi Kementan dalam Pengawasan Gula dan Peningkatan Produktivitas
Kementan bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memiliki amanah besar untuk memperketat pengawasan distribusi gula kristal rafinasi. Selain itu, mereka juga berfokus pada percepatan akselerasi Program Bongkar Ratoon Kawasan Tebu 2025. Program ini diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan.
Abdul Roni Angkat menyatakan, "Kami ingin memastikan program bongkar ratoon dapat dieksekusi secara terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan rendemen serta produktivitas tebu petani dan perusahaan." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Kementan terhadap keberhasilan program.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memastikan strategi revitalisasi tebu berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Sinergi antara pemerintah dan BUMN perkebunan menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan ini.
Komitmen SGN dan Implementasi Bongkar Ratoon
Dari pihak PT SGN sebagai subholding gula PTPN Group, Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, memastikan komitmen penuhnya. Perusahaan akan terus berperan aktif mendukung kebijakan pemerintah terkait peningkatan produksi gula nasional. Ini adalah bagian dari tanggung jawab korporasi.
Melalui PG Sragi dan sejumlah unit usaha lainnya, PT SGN sedang mempercepat implementasi program bongkar ratoon. Mereka mengadopsi teknologi budidaya modern untuk hasil optimal. Selain itu, optimalisasi manajemen lahan juga menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program ini.
PT SGN juga menerapkan pola kemitraan yang melibatkan petani tebu rakyat secara aktif. Keberhasilan bongkar ratoon ini tidak hanya akan berdampak pada peningkatan produksi tebu semata. Namun juga akan menjadi penopang strategis dalam memperkuat rantai pasok gula konsumsi nasional di tengah tantangan distribusi gula kristal rafinasi yang ada.
Target dan Manfaat Bongkar Ratoon untuk Ketahanan Gula Nasional
Mahmudi menjelaskan bahwa rencana sasaran bongkar ratoon wilayah kerja SGN sangat ambisius. Targetnya adalah seluas 40.135 hektare, yang merupakan 42,5 persen dari total luas sesuai Surat Ditjen Perkebunan. Ini menunjukkan skala besar dari program tersebut.
Sementara itu, usulan calon petani calon lokasi (CPCL) dari SGN yang sudah masuk ke Dinas Pertanian/Dinas Perkebunan setempat telah mencapai 46.593 hektare. Angka ini bahkan melampaui target awal, yaitu 102,5 persen, dan saat ini prosesnya masih terus berprogres. Ini menunjukkan antusiasme dan potensi keberhasilan program.
Mahmudi menegaskan, "Keberhasilan bongkar ratoon tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga memperkuat rantai pasok gula konsumsi nasional. Kolaborasi dengan pemerintah dan petani adalah kunci menuju kemandirian gula." Ini menyoroti pentingnya kerja sama semua pihak.
Kunjungan kerja Kementan ke Pabrik Gula PT SGN ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi Program Bongkar Ratoon Kawasan Tebu 2025. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi tonggak penting dalam memperketat pengawasan distribusi gula rafinasi agar tidak merembes ke pasar konsumsi rumah tangga. Dengan sinergi pemerintah, BUMN, dan petani, Indonesia optimistis mampu mewujudkan kedaulatan pangan khususnya dalam sektor gula.
Sumber: AntaraNews