Jaga Kestabilan Harga, Penyaluran Gula Bulog Sumut Capai 524 Ton di Bulan Ramadhan 1447 H
Perum Bulog Kanwil Sumut berhasil menyalurkan 524 ton gula ke mitra selama Ramadhan 1447 Hijriah, meningkat drastis dari tahun sebelumnya, demi menjaga stabilitas harga pangan. Penyaluran Gula Bulog Sumut ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat
Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara (Sumut) telah mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan. Sebanyak 524 ton gula berhasil disalurkan ke berbagai mitra selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan gula bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Distribusi gula ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Penyaluran ini bertujuan untuk menekan potensi kenaikan harga yang sering terjadi pada momen-momen penting keagamaan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa stok gula yang disalurkan tersebut telah habis terjual ke mitra. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan pasar akan komoditas gula.
Peningkatan Distribusi dan Faktor Penyebabnya
Penyaluran gula oleh Perum Bulog Kanwil Sumut pada Ramadhan 1447 Hijriah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume distribusi mencapai 524 ton, jauh melampaui angka 70 ton pada Ramadhan 1446 Hijriah.
Budi Cahyanto menjelaskan bahwa peningkatan drastis ini kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kenaikan harga gula di pasaran. Kondisi ini menyebabkan pasokan dari pihak swasta berkurang.
Akibatnya, masyarakat lebih mengandalkan pasokan dari Bulog untuk memenuhi kebutuhan gula mereka. Distribusi ke mitra, seperti Rumah Pangan Kita (RPK), menjadi strategi efektif untuk memperkuat ketersediaan bahan pangan di masyarakat.
Penetapan Harga Acuan dan Asal Pasokan
Dalam upaya menjaga keterjangkauan harga, Bulog Sumut mengacu pada Harga Acuan Pemerintah (HAP) untuk gula. Harga yang ditetapkan adalah Rp17.500 per kilogram untuk wilayah umum.
Untuk wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, harga gula ditetapkan sedikit lebih tinggi, yakni Rp18.000 per kilogram. Penetapan harga ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses.
Sebelumnya, Bulog Sumut telah menerima pasokan gula sebanyak 450 ton untuk memperkuat stok bahan pokok selama Ramadhan hingga Lebaran 2026. Pengiriman gula ini berasal dari Provinsi Lampung dan Jawa Timur, yang dilakukan secara bertahap.
Penguatan Stok Gula untuk Kebutuhan Mendatang
Perum Bulog Kanwil Sumut terus berkomitmen untuk memastikan ketersediaan stok gula yang memadai. Budi Cahyanto menyatakan bahwa stok gula akan terus bertambah di masa mendatang.
Pusat akan mendistribusikan tambahan pasokan gula untuk memperkuat bahan pangan di Sumut. Dalam waktu dekat, sekitar 200 ton gula dari pabrik Bulog akan tiba di gudang.
Penambahan stok ini diharapkan dapat lebih memperkuat cadangan gula di gudang Bulog. Dengan demikian, Bulog siap menghadapi potensi lonjakan permintaan lebih lanjut dan menjaga stabilitas pasokan hingga pasca-Lebaran 2026.
Sumber: AntaraNews