Bulog Pastikan Stok Pangan Ramadhan NTT Aman, Siap Hadapi Kebutuhan Masyarakat
Perum Bulog Kanwil NTT menjamin ketersediaan stok pangan strategis, khususnya beras, aman jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Stok Pangan Ramadhan NTT dipastikan cukup hingga empat bulan ke depan, memberikan ketenangan bagi masyarakat.
Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (Kanwil NTT) memastikan ketersediaan stok pangan strategis di wilayah tersebut dalam kondisi aman. Kondisi ini bertujuan untuk menghadapi bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, di Kupang pada Jumat (13/2).
Arrahim K. Kanam menegaskan bahwa Bulog Kanwil NTT telah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Upaya ini dilakukan baik secara nasional maupun regional agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir akan kelangkaan pangan selama periode penting ini.
Ketersediaan beras menjadi fokus utama Bulog Kanwil NTT dalam menjamin ketahanan pangan di daerah. Selain itu, komoditas lain juga disiapkan untuk mendukung program stabilisasi. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan distribusi yang lancar.
Ketersediaan Beras dan Proyeksi Stok Pangan Ramadhan NTT
Arrahim K. Kanam dari Perum BULOG Kanwil NTT menjamin stok beras di wilayahnya sangat aman dan cukup. Ketersediaan ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan beberapa bulan ke depan. Ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan regional.
Hingga Februari 2026, catatan Bulog menunjukkan stok beras di seluruh gudang Bulog se-NTT mencapai 14 ribu ton. Angka ini belum termasuk sekitar 5 ribu ton beras yang sedang dalam perjalanan menuju NTT. Dengan total tersebut, stok beras dipastikan aman untuk empat bulan mendatang.
Stok beras yang melimpah ini siap disalurkan kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat maupun penugasan pemerintah. Bulog terus berupaya agar pasokan beras tetap stabil di seluruh wilayah NTT.
Komoditas Lain dan Upaya Stabilisasi Harga
Selain beras, Bulog Kanwil NTT juga menyiapkan berbagai komoditas pangan lainnya yang tak kalah penting. Gula pasir dan minyak goreng termasuk dalam daftar komoditas yang disiapkan secara memadai. Persiapan ini bertujuan mendukung pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta operasi pasar apabila dibutuhkan.
Program SPHP ini akan diaktifkan melalui operasi pasar jika memang dibutuhkan oleh kondisi pasar. Bulog berkomitmen penuh untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Langkah ini penting untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Bulog Kanwil NTT akan terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta instansi terkait. Tujuannya adalah memastikan distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, dan merata hingga ke wilayah terpencil.
Imbauan Masyarakat dan Gerakan Pangan Murah
Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Arrahim K. Kanam menegaskan bahwa BULOG menjamin ketersediaan stok pangan dalam kondisi cukup dan aman. Pembelian panik hanya akan memicu ketidakstabilan harga.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, Bulog Kanwil NTT berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT. Mereka menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di 15 lokasi sesuai jadwal.
Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang optimal, Bulog Kanwil NTT berkomitmen penuh. Mereka siap mendukung kelancaran ibadah Ramadhan serta menjaga ketahanan pangan di seluruh wilayah NTT. Ini adalah bagian dari tanggung jawab Bulog untuk kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews