Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Sumut Dapat Tambahan 38.000 Ton Beras
Perum Bulog Sumut menerima tambahan 38.000 ton beras dari pusat, memperkuat Stok Beras Bulog Sumut dan ketahanan pangan. Simak detail penyaluran dan penyerapan gabah.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengumumkan penambahan signifikan pada cadangan berasnya. Sebanyak 38.000 ton beras baru akan diterima secara bertahap dari pemerintah pusat. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di seluruh wilayah Sumut.
Tambahan beras ini akan dialokasikan untuk dua program utama yang krusial bagi masyarakat. Yakni, program Bantuan Pangan serta inisiatif Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kedatangan beras diharapkan selesai sepenuhnya pada pertengahan Maret 2026.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa penambahan ini sangat vital. Hal ini akan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat. Terutama dalam menghadapi potensi fluktuasi harga dan pasokan di pasar lokal.
Strategi Bulog Perkuat Stok Beras Sumut
Penambahan 38.000 ton beras ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Bulog untuk menjaga stabilitas pangan. Dengan tambahan ini, Bulog Sumut berupaya memastikan ketersediaan beras yang memadai. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Budi Cahyanto menjelaskan bahwa saat ini, stok beras di gudang Bulog Sumut sudah mencapai 52.000 ton. Jumlah ini dianggap cukup untuk menyediakan kebutuhan pangan di wilayah beribu kota Medan tersebut. Tambahan pasokan akan semakin memperkokoh posisi Bulog dalam mengantisipasi lonjakan permintaan.
Penyaluran beras akan difokuskan pada program Bantuan Pangan dan SPHP. Kedua program ini sangat penting untuk membantu masyarakat rentan dan mengendalikan inflasi. Bulog berkomitmen untuk mendistribusikan beras secara efektif dan merata.
Upaya Penyerapan Gabah Lokal untuk Cadangan Pangan
Selain mengandalkan pasokan dari pusat, Perum Bulog Sumut juga aktif meningkatkan penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani lokal. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari sumber domestik. Ini sekaligus memberdayakan petani di daerah penghasil beras.
Hingga 24 Februari 2026, realisasi penyerapan gabah telah mencapai 5.400 ton GKP. Jumlah ini setara dengan 2.703 ton beras yang siap menjadi bagian dari cadangan pangan nasional. Upaya penyerapan ini menunjukkan komitmen Bulog terhadap produksi pertanian dalam negeri.
Penyerapan GKP dilakukan di beberapa kabupaten sentra produksi di Sumut, termasuk Langkat, Tapanuli Tengah, Simalungun, dan Deli Serdang. Bulog menetapkan harga gabah kering panen sesuai ketentuan pemerintah, yaitu Rp6.500 per kilogram. Harga ini berlaku untuk gabah yang dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat.
Sumber: AntaraNews