Stok Beras Bulog Sulut-Go Aman Hingga Maret 2026, Masyarakat Diminta Tak Khawatir
Merdeka.com - Stok Beras Bulog Sulut-Go dipastikan aman hingga Maret 2026 dengan 24.000 ton tersedia. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan ketersediaan pangan, terutama jelang Natal dan Tahun Baru.
Bulog Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut-Go) memastikan ketersediaan stok beras yang sangat memadai. Cadangan pangan ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Maret 2026 mendatang. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Bulog Wilayah Sulut-Go, Ermin Tora, pada Senin (17/11).
Dengan total 24.000 ton beras yang tersebar di berbagai gudang, termasuk Bitung, Bolmong, dan daerah kepulauan, Bulog menjamin pasokan aman. Kondisi ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat. Terutama menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang biasanya meningkatkan permintaan.
Jaminan ketersediaan stok ini merupakan hasil dari strategi pengadaan yang komprehensif. Bulog tidak hanya mengandalkan pasokan dari daerah sentra beras nasional, tetapi juga aktif menyerap hasil panen dari petani lokal. Kolaborasi erat dengan pemerintah daerah turut memperkuat upaya stabilisasi pangan.
Ketersediaan Beras Bulog dan Strategi Pengadaan
Kepala Bulog Wilayah Sulut-Go, Ermin Tora, menegaskan bahwa stok beras Bulog saat ini mencapai 24.000 ton. Jumlah ini tersebar di berbagai gudang utama Bulog, termasuk di Bitung, Bolaang Mongondow (Bolmong), dan beberapa wilayah kepulauan. Dengan kapasitas sebesar ini, Bulog yakin dapat mengamankan kebutuhan pangan hingga lebih dari dua tahun ke depan.
Strategi pengadaan beras Bulog tidak hanya bergantung pada pasokan dari sentra beras domestik di luar Sulut-Go. Namun, juga sangat mengandalkan serapan beras dari petani lokal. Langkah ini bertujuan ganda, yaitu memastikan ketersediaan pasokan dan sekaligus mendukung kesejahteraan petani di daerah.
Serapan beras lokal dilakukan di beberapa kabupaten penghasil beras di Sulawesi Utara. Di antaranya adalah Kabupaten Bolaang Mongondow Raya, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa Selatan. Pembelian langsung dari petani ini menjadi bagian penting dari upaya Bulog menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Ketersediaan stok yang kuat ini diharapkan mampu mendukung berbagai program pemerintah. Termasuk penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan akses pangan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat.
Antisipasi Peningkatan Permintaan dan Pengendalian Inflasi
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, peningkatan kebutuhan pangan, khususnya beras, seringkali tak terhindarkan. Namun, Ermin Tora meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir akan potensi kelangkaan atau kenaikan harga. Bulog telah menyiapkan langkah antisipasi yang matang untuk menghadapi periode tersebut.
Bulog secara aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran distribusi pangan. Kolaborasi ini mencakup berbagai program penyaluran pangan yang efektif dan tepat sasaran. Tujuannya adalah untuk menjaga ketersediaan beras di pasar dan menstabilkan harga bagi konsumen.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, turut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan. Pihaknya terus bekerja sama dengan Bulog dalam penyaluran pangan kepada masyarakat. Program distribusi Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin hingga ke desa-desa menjadi salah satu prioritas utama.
Komoditas beras memiliki peran krusial sebagai salah satu penahan laju inflasi di Sulut. Dengan stok yang terjaga dan distribusi yang lancar, diharapkan inflasi dapat terkendali dengan baik hingga akhir tahun. Upaya bersama ini menunjukkan sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews