Bulog Lebak-Pandeglang Pastikan Stok Beras Aman untuk Ramadhan dan Lebaran 2026
Perum Bulog Divre Lebak-Pandeglang menjamin stok beras melimpah hingga dua tahun ke depan, memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat aman selama Ramadhan dan Lebaran 2026.
Perum Bulog Divisi Regional Lebak-Pandeglang telah memberikan jaminan terkait ketersediaan stok beras yang aman bagi masyarakat. Jaminan ini disampaikan secara langsung menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Kepala Perum Bulog Divre Lebak-Pandeglang, M Syaukani, secara resmi mengumumkan bahwa total stok beras yang tersedia mencapai 30 ribu ton.
Ketersediaan beras yang melimpah ini menjadi fokus utama untuk menjamin stabilitas pasokan pangan di tengah potensi peningkatan konsumsi. Bulog berkomitmen penuh dalam menjaga ketahanan pangan lokal di kedua kabupaten tersebut. Langkah proaktif ini diambil guna memberikan rasa tenang dan kepastian kepada seluruh lapisan masyarakat.
Stok beras sebanyak 30 ribu ton tersebut tidak hanya berasal dari sisa persediaan tahun lalu yang masih terjaga kualitasnya. Namun, juga merupakan hasil penyerapan panen petani lokal yang produktif di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Upaya penyerapan ini sekaligus berkontribusi positif dalam mendukung perekonomian para petani di daerah.
Strategi Bulog Jaga Ketersediaan Pangan Jangka Panjang
Perum Bulog Divre Lebak-Pandeglang saat ini secara meyakinkan memiliki persediaan beras sebanyak 30 ribu ton yang tersimpan baik di gudang. Jumlah fantastis ini diklaim mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat di Lebak dan Pandeglang. Bahkan, stok ini diperkirakan akan aman hingga dua tahun ke depan. Kondisi beras di dalam gudang Bulog juga selalu dipastikan terjaga kualitasnya.
Stok beras yang melimpah ini merupakan kombinasi strategis dari sisa persediaan tahun sebelumnya yang belum terdistribusi. Selain itu, Bulog juga secara aktif dan berkelanjutan melakukan penyerapan hasil panen dari para petani setempat. Proses penyerapan ini dilakukan dengan mengacu pada Harga Patokan Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Persediaan beras yang masif ini memiliki fungsi ganda yang sangat penting bagi ketahanan pangan nasional. Beras ini tidak hanya berfungsi sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang strategis. Namun, juga dialokasikan secara khusus untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kedua program ini sangat krusial untuk menjaga harga beras tetap stabil di pasaran.
Distribusi Efektif untuk Akses Pangan Merata
Guna memastikan beras berkualitas mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, Perum Bulog aktif menggelar berbagai kegiatan pasar murah. Kegiatan ini selalu dilakukan bekerja sama erat dengan pemerintah daerah setempat. Pasar murah menjadi salah satu upaya konkret Bulog dalam memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat secara langsung.
Selain melalui pasar murah, Bulog juga secara masif mendistribusikan beras program SPHP ke berbagai toko-toko pengecer. Jaringan distribusi ini mencakup secara luas wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan pasokan beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Beras SPHP yang didistribusikan oleh Bulog ini dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram. Penetapan HET ini merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasaran. Bulog berharap seluruh masyarakat dapat membeli beras dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Sumber: AntaraNews