Bulog Pastikan Stok Beras Singkawang Aman Hingga Enam Bulan ke Depan
Perum Bulog Cabang Singkawang menjamin ketersediaan stok beras Singkawang melimpah, cukup untuk enam bulan. Ini menjaga stabilitas harga pangan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan.
Perum Bulog Cabang Singkawang, Kalimantan Barat, telah memastikan bahwa stok beras di wilayah kota tersebut dan sekitarnya berada dalam kondisi sangat aman. Ketersediaan beras ini diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. Jaminan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bulog Singkawang, Noldi Ramayadi, pada Sabtu, 16 Mei.
Noldi Ramayadi menjelaskan bahwa saat ini Bulog Singkawang memiliki cadangan beras sekitar 4.200 ton. Stok melimpah ini tersimpan dengan baik di dua lokasi gudang utama, yakni Gudang Kampung Melayu dan Gudang Prapakan. Ketersediaan ini menjadi indikator kuat pasokan pangan dasar warga Singkawang dan sekitarnya dalam kondisi terkendali.
Dengan adanya stok beras Singkawang yang kuat ini, Bulog berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah. Hal ini juga sekaligus mencegah potensi gejolak harga di pasar. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.
Ketersediaan Melimpah dan Upaya Penyerapan Gabah Petani
Kepala Bulog Singkawang, Noldi Ramayadi, menegaskan bahwa stok beras sebanyak 4.200 ton yang ada saat ini sudah sangat memadai. "Untuk Singkawang stok beras ada sebanyak 4.200 ton yang tersimpan di Gudang Kampung Melayu dan Prapakan," kata Noldi. Jumlah ini dipastikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat secara berkelanjutan.
Selain menjaga ketersediaan melalui stok gudang, Bulog Singkawang juga aktif melakukan penyerapan gabah dari petani lokal. Proses penyerapan ini berlangsung selama musim panen untuk mendukung petani dan memperkuat cadangan pangan. Hingga saat ini, Bulog telah berhasil menyerap sekitar 4.600 ton gabah dari berbagai wilayah kerja setempat.
Noldi menjelaskan, penyerapan gabah dilakukan melalui koordinasi erat dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa. Mereka secara rutin memberikan informasi terkait lahan pertanian yang siap panen. "Bulog selalu hadir dan bekerja sama dengan PPL dan Babinsa untuk mendapatkan informasi lahan petani yang siap panen sehingga penyerapan gabah bisa terus dilakukan," ujarnya.
Langkah strategis penyerapan gabah ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk menjaga harga gabah petani tetap stabil di tingkat yang menguntungkan. Kedua, untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah daerah, memastikan pasokan beras Singkawang tetap terjaga dalam jangka panjang.
Stabilitas Pangan dan Distribusi Program Pemerintah
Bulog Singkawang tidak hanya fokus pada penyerapan dan penyimpanan beras, tetapi juga aktif dalam program distribusi pangan. Mereka terus menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, bantuan pangan pemerintah juga disalurkan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya beras, Bulog Singkawang juga turut mendistribusikan minyak goreng rakyat dengan merek Minyakita. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Distribusi ini menjangkau berbagai lapisan masyarakat di Singkawang dan sekitarnya.
Noldi Ramayadi secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ketersediaan pangan. Ia juga meminta agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir apalagi memborong kebutuhan pokok karena stok beras di Indonesia saat ini aman," katanya. Ini menunjukkan bahwa stok beras Singkawang dan nasional secara keseluruhan dalam kondisi aman.
Sumber: AntaraNews