Bulog Singkawang Serap 50 Ton Gabah Petani Sambas, Jaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan

Perum Bulog Cabang Singkawang berhasil menyerap 50 ton gabah petani di Kabupaten Sambas pada awal tahun 2026, menegaskan komitmen Bulog Singkawang dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Singkawang Serap 50 Ton Gabah Petani Sambas, Jaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan
Perum Bulog Cabang Singkawang berhasil menyerap 50 ton gabah petani di Kabupaten Sambas pada awal tahun 2026, menegaskan komitmen Bulog Singkawang dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional. (AntaraNews)

Perum Bulog Cabang Singkawang, Kalimantan Barat, memulai tahun 2026 dengan langkah konkret untuk mendukung petani lokal. Pada penyerapan perdana ini, Bulog berhasil menyerap sebanyak 50 ton gabah dari petani di Kabupaten Sambas. Langkah strategis ini bertujuan ganda, yaitu menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani serta memperkuat cadangan pangan nasional secara berkelanjutan.

Penyerapan gabah ini dilakukan di tiga kecamatan utama yang menjadi sentra produksi, yakni Kecamatan Salatiga, Kecamatan Selakau, dan Kecamatan Selakau Timur. Gabah petani dibeli dengan harga yang kompetitif, yaitu Rp6.500 per kilogram. Harga ini jauh lebih baik dibandingkan harga yang sebelumnya diterima petani dari pembeli lain, yang hanya sekitar Rp5.300 per kilogram.

Pimpinan Cabang Bulog Singkawang, Noldi Ramayadi, menyatakan bahwa penyerapan 50 ton gabah di awal tahun ini merupakan wujud komitmen Bulog untuk hadir langsung di tengah-tengah petani. Ini juga menjadi langkah awal dalam mengamankan produksi petani di wilayah Sambas yang mulai memasuki masa panen raya.

Bulog Singkawang tidak berhenti pada penyerapan perdana ini. Mereka berencana untuk melanjutkan penyerapan gabah di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Sambas dalam beberapa hari ke depan, termasuk Kecamatan Jawai dan Tangaran. Ekspansi penyerapan ini seiring dengan meluasnya area panen petani di wilayah tersebut.

Noldi Ramayadi menegaskan bahwa kelancaran proses penyerapan gabah ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Bulog dengan berbagai pihak. Dukungan penuh datang dari pemerintah daerah, TNI, para penyuluh pertanian, serta pemerintah desa yang secara aktif memberikan informasi mengenai wilayah panen.

Sinergi ini memastikan Bulog dapat bergerak cepat dan efisien dalam menyerap gabah petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. Komitmen Bulog Singkawang adalah untuk terus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat dengan harga terjangkau sepanjang tahun 2026.

Penyerapan gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram disambut positif oleh para petani di Sambas. Jayadi, seorang petani dari Kecamatan Salatiga, mengungkapkan rasa syukurnya atas harga yang diberikan Bulog. Menurutnya, harga ini sangat membantu petani di awal tahun, memberikan nilai yang lebih layak untuk hasil panen mereka.

Sebelumnya, petani seringkali harus menjual gabah mereka dengan harga yang jauh lebih rendah kepada pihak lain. Kehadiran Bulog dengan harga pembelian yang lebih tinggi memberikan harapan baru dan semangat bagi petani untuk terus berproduksi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Jayadi juga berharap agar harga gabah ini dapat terus stabil. Stabilitas harga akan menjadi penyemangat bagi petani di Sambas dan Kalimantan Barat pada umumnya, untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian mereka. Ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi