Bulog Tanjungpinang Siapkan Ribuan Ton Beras SPHP Hadapi Ramadhan dan Idul Fitri
Bulog Tanjungpinang memastikan ketersediaan 2.100 ton beras SPHP dan pasokan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H, serta menjaga stabilitas harga pangan.
Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), telah mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan pasokan pangan yang memadai. Persiapan ini dilakukan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah strategis ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas pokok di wilayah tersebut.
Sebanyak 2.100 ton beras medium atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah disiapkan oleh Bulog Tanjungpinang. Selain itu, Bulog juga memastikan ketersediaan enam ton beras premium untuk melengkapi pilihan masyarakat. Pasokan rutin 200 ribu liter minyak goreng "MinyaKita" juga akan terus digelontorkan setiap bulannya.
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyatakan keyakinannya bahwa kebutuhan beras dan minyak goreng akan terpenuhi. Ketersediaan pasokan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. Bulog juga memastikan distribusi hingga ke pulau-pulau terluar seperti Lingga dan Anambas.
Jaminan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan
Arief Alhadihaq menegaskan bahwa pasokan bahan pangan untuk masyarakat di pulau-pulau terluar, termasuk Lingga dan Anambas, sudah tersedia jauh-jauh hari. Ketersediaan ini disesuaikan dengan kebutuhan lokal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menjelang Ramadhan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk pemerataan akses pangan.
Harga komoditas pokok penting masyarakat di Tanjungpinang juga dipastikan tetap stabil. Bulog terus memantau agar tidak terjadi kenaikan harga yang memberatkan konsumen. Harga beras SPHP di pasaran saat ini berada di angka Rp65.500 per lima kilogram, sementara beras premium dijual Rp77.000 per lima kilogram.
Minyak goreng "MinyaKita" juga tetap tersedia dengan harga stabil, yaitu Rp15.700 per liter. Arief Alhadihaq memperingatkan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pihak yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). "Kalau ada yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET), pasti ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Peningkatan Permintaan Beras SPHP dan Distribusi Efektif
Pada awal tahun 2026, Bulog Tanjungpinang mencatat adanya peningkatan drastis permintaan beras medium dari masyarakat. Peningkatan ini signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Tahun lalu, permintaan beras medium 10 ton per minggu. Awal tahun ini naik jadi 60 ton per minggu," kata Arief.
Tingginya antusiasme warga dalam membeli beras medium ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga beras di pasaran. Keberadaan beras SPHP menjadi alternatif pilihan yang sangat membantu masyarakat. Beras SPHP menawarkan harga terjangkau dengan kualitas yang baik, sehingga menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi beras SPHP dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan mitra Bulog. Selain itu, beras SPHP juga tersedia di pasar tradisional dan toko atau ritel modern. "Beras SPHP paling murah dibanding beras medium lainnya di pasaran, sehingga sangat efektif membantu masyarakat," ungkap Arief.
Bulog Tanjungpinang juga aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan gerakan pangan murah (GPM). Kegiatan ini diselenggarakan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya. Partisipasi Bulog bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga di bawah pasaran, memperkuat daya beli, dan menjaga ketahanan pangan lokal.
Sumber: AntaraNews