Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menegaskan bahwa ketersediaan stok beras medium di wilayahnya masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam tiga bulan ke depan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, pada Sabtu, 11 April 2026, di Tanjungpinang. Kepastian ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat terkait pasokan bahan pokok.
Saat ini, gudang Bulog Tanjungpinang memiliki cadangan beras medium sebanyak 2.350 ton, jumlah yang dianggap cukup untuk menopang konsumsi regional. Untuk semakin memperkuat cadangan, Bulog juga baru saja menerima tambahan pasokan sebanyak 500 ton beras yang didatangkan langsung dari Jakarta. Penambahan ini merupakan langkah proaktif Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah dinamika pasar.
Stok beras yang tersedia ini tidak hanya dialokasikan untuk kebutuhan lokal Tanjungpinang dan Bintan, tetapi juga berperan penting sebagai hub distribusi untuk pulau-pulau lain di Kepulauan Riau. Wilayah seperti Lingga, Karimun, Natuna, hingga Anambas akan mendapatkan pasokan dari gudang Bulog Tanjungpinang, memastikan pemerataan ketersediaan pangan di seluruh kepulauan.
Advertisement
Advertisement
Ketersediaan Stok Beras Medium dan Distribusi Regional
Bulog Cabang Tanjungpinang saat ini memegang stok beras medium sebanyak 2.350 ton, yang menurut Arief Alhadihaq, cukup untuk kebutuhan hingga tiga bulan mendatang. Cadangan ini diperkuat dengan kedatangan 500 ton beras tambahan dari Jakarta, yang tiba baru-baru ini. Penambahan pasokan ini merupakan bagian dari strategi Bulog untuk menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi lonjakan permintaan di masa mendatang.
Stok beras yang melimpah ini memiliki fungsi ganda; selain untuk bantuan bahan pangan, juga digunakan untuk program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras SPHP dijual kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau, menjadikannya pilihan ekonomis di pasaran.
Lebih lanjut, Bulog Tanjungpinang berperan sebagai pusat distribusi utama (gudang hub) untuk wilayah kepulauan di Kepulauan Riau. Sebagian dari stok beras di gudang ini akan digeser untuk memenuhi kebutuhan warga di pulau-pulau terpencil seperti Lingga, Karimun, Natuna, dan Anambas. Ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memastikan akses pangan merata di seluruh pelosok daerah.
Advertisement
Advertisement
Lonjakan Permintaan Beras SPHP dan Stabilitas Harga
Sejak awal tahun 2026, permintaan akan beras SPHP mengalami peningkatan yang signifikan, terutama di Pulau Bintan yang mencakup Tanjungpinang dan Bintan. Arief Alhadihaq mencatat bahwa kebutuhan harian beras SPHP di area tersebut kini mencapai sekitar 10 hingga 20 ton, jauh melampaui angka tahun 2025 yang hanya sekitar 1,5 ton per hari.
Peningkatan drastis ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Beras SPHP menjadi pilihan yang paling ekonomis di pasaran dibandingkan merek beras lainnya, dengan kualitas yang tetap terjaga. Kondisi ini menarik minat banyak konsumen yang mencari opsi beras berkualitas dengan harga bersahabat.
Meskipun terjadi gejolak geopolitik global yang berpotensi memengaruhi harga komoditas, harga beras SPHP tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Stabilitas harga ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan membantu menjaga daya beli, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Stok Minyakita dan Beras Premium
Selain beras, Bulog Tanjungpinang juga mengelola stok minyak goreng Minyakita. Saat ini, stok Minyakita yang tersisa di gudang Bulog Tanjungpinang adalah sekitar 39 ribu liter. Meskipun jumlah ini masih tersedia, kuota Minyakita diperkirakan akan normal kembali pada bulan Mei 2026.
Produsen Minyakita saat ini masih memfokuskan pengadaan minyak goreng untuk suplai bantuan pangan pemerintah, yang mungkin berdampak pada ketersediaan di pasar umum. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena normalisasi pasokan diharapkan segera terjadi.
Sementara itu, pasokan beras premium di Bulog Tanjungpinang sedang kosong dan pengadaannya sudah diajukan ke pusat. Proses pengadaan ini sedang berjalan dan berkaitan dengan pembiayaan pengiriman beras dari Jakarta ke Tanjungpinang. Bulog secara nasional telah mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan, karena pasokan beras secara keseluruhan masih aman dan cukup hingga 11 bulan ke depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews