Stok Beras Bulog Mimika Aman Tiga Bulan, Siap Penuhi Kebutuhan Warga
Perum Bulog Kantor Cabang Timika memastikan stok beras aman hingga tiga bulan ke depan. Ketersediaan stok beras Bulog Mimika didukung pengiriman tambahan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Perum Bulog Kantor Cabang Timika mengumumkan bahwa persediaan beras di gudang mereka saat ini sangat memadai. Stok beras Bulog Mimika mencapai 1.600 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat hingga tiga bulan ke depan. Ketersediaan ini diharapkan mampu menjamin keamanan pangan di wilayah Papua Tengah.
Kepala Kantor Perum Bulog Kantor Cabang Timika, Dedy Wahyudi, menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan stok beras jenis medium. Pihaknya juga akan segera menerima tambahan pasokan beras dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan untuk terus menjaga stabilitas ketersediaan pangan bagi warga Timika.
Dedy Wahyudi menambahkan, pengiriman tambahan sebanyak 1.000 ton beras akan tiba dari Pulau Jawa dan Makassar, masing-masing 500 ton. Selain itu, Bulog Timika juga memiliki 13 ton beras premium yang siap didistribusikan kepada masyarakat, dengan tambahan 25 ton lagi dari Makassar.
Penguatan Cadangan Beras dan Diversifikasi Komoditas
Perum Bulog Kantor Cabang Timika terus berupaya memperkuat cadangan beras di wilayahnya. Saat ini, gudang Bulog Timika memiliki stok beras medium sebanyak 1.600 ton, yang dinilai sangat cukup untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat hingga tiga bulan ke depan. Rata-rata penyaluran beras di Mimika berkisar antara 300 hingga 400 ton per bulan.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga stabilitas pasokan, Bulog Timika akan menerima tambahan pasokan beras sebesar 1.000 ton. Pengiriman ini terbagi dua, masing-masing 500 ton dari Pulau Jawa dan Makassar. Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga stabil di wilayah non-surplus seperti Papua.
Selain beras medium, Bulog Timika juga menyediakan beras premium untuk masyarakat. Saat ini tersedia 13 ton beras premium, dengan tambahan 25 ton lagi yang sedang dalam perjalanan dari Makassar. Diversifikasi jenis beras ini memberikan pilihan lebih bagi konsumen di Mimika, serta memastikan ketersediaan berbagai kualitas beras.
Implementasi Program SPHP dan Peran Mitra Distribusi
Perum Bulog Kantor Cabang Timika aktif menjalankan penugasan pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini bertujuan untuk menjaga harga beras tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat luas, dengan pelaksanaan SPHP kemasan lima kilogram telah dimulai sejak 1 Maret 2026.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram, atau Rp67.500 per karung. Namun, dalam Gerakan Pangan Murah (GPM), harga jual bisa lebih rendah, yakni sekitar Rp63.000 hingga Rp65.000 per karung. Para mitra pedagang pengecer dan TNI-Polri juga menjual di bawah HET, menunjukkan komitmen menjaga keterjangkauan harga.
Bulog Timika memiliki 57 mitra, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK), yang tersebar di seluruh Mimika. Para mitra ini berperan penting dalam mendistribusikan beras SPHP dan produk komersial Bulog lainnya. Mereka mengambil beras SPHP dari gudang Bulog dengan harga Rp58.000 per karung dan menjualnya sesuai HET.
Setiap mitra Bulog diperbolehkan mengambil dan menjual beras SPHP sebanyak dua ton untuk satu kali pengambilan. Setelah habis terjual, mereka dapat mengambil pasokan kembali, dengan tren menunjukkan bahwa rata-rata mitra mengambil dua ton beras SPHP setiap minggu, menandakan tingginya minat masyarakat.
Gerakan Pangan Murah dan Ketersediaan Komoditas Lain
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1447 Hijriah, Perum Bulog Timika berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Mimika menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. GPM telah dilaksanakan di beberapa lokasi seperti SP 6, Gedung Eme Neme Yauware, Mapurujaya, dan Kampung Limau Asri.
Melalui GPM, Bulog Timika menyediakan berbagai komoditas yang dibutuhkan masyarakat, tidak hanya beras. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, sehingga warga dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ekonomis.
Selain beras, Bulog Timika juga memastikan ketersediaan produk komersial lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng. Stok gula pasir mencapai 37 ton, sementara minyak goreng tersedia sebanyak 1.220 liter. Meskipun komersial, harga jual produk-produk ini tetap mengikuti HET yang ditetapkan pemerintah.
Ketersediaan komoditas lain ini melengkapi upaya Bulog untuk memenuhi kebutuhan pokok warga Mimika secara menyeluruh. Dengan adanya beragam pilihan dan harga yang terkontrol, diharapkan masyarakat dapat menjalani bulan puasa dengan lebih tenang.
Sumber: AntaraNews