Daycare di Yogyakarta Digerebek Polisi Diduga Ada Penganiayaan Balita, Ini Pengakuan Orang Tua

Tak hanya itu, Dewa juga menyebut anaknya sering menangis saat akan diantar ke tempat penitipan anak.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Daycare di Yogyakarta Digerebek Polisi Diduga Ada Penganiayaan Balita, Ini Pengakuan Orang Tua
Daycare di Yogyakarta Digerebek Polisi Diduga Ada Penganiayaan Balita, Ini Pengakuan Orang Tua (Merdeka.com)

Day care atau tempat penitipan anak di daerah Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta digerebek oleh petugas kepolisian, Jumat (24/4) sore. Penggerebekan oleh personel Polresta Yogyakarta ini diduga karena ada penganiayaan terhadap balita yang dititipkan di sana.

Sri (63) warga Kotagede, Kota Yogyakarta menceritakan cucunya dititipkan di tempat penitipan anak itu. Sri menuturkan cucunya yang baru berusia empat tahun, pernah dikunci di kamar mandi oleh pengasuh.

"Dia (cucu) katanya dimasukin ke kamar mandi. Dikunci di kamar mandi. Kata cucu saya 'aku mau main gak boleh. gak boleh main. terus dikunci di kamar mandi'," tutur Sri.

Sri menceritakan cucunya saat dijemput juga sempat pipinya merah, namun dirinya tak tahu penyebab pipi cucunya merah. Hal ini karena saat ditanya cucunya enggan menjawab.

"Gak luka tapi pipinya sempat merah. Cucu saya tanya penyebabnya gak mau jawab," urai Sri.

Sementara itu seorang orang tua balita lainnya, Aldewa (30) menceritakan anaknya sudah dititipkan sejak enam bulan lalu di penitipan anak itu. Saat dititipkan, lanjut Dewa, dirinya sempat menemukan adanya lebam pada lutut anaknya yang masih berusia tiga tahun.

Anaknya Sering Menangis

Tak hanya itu, Dewa juga menyebut anaknya sering menangis saat akan diantar ke tempat penitipan anak. Awalnya, Dewa menganggap itu hal yang wajar namun usai terungkap dugaan penganiayaan itu dirinya baru sadar kemungkinan anaknya menjadi korban penganiayaan.

"Pernah ada lebam di lutut kanan. Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Awalnya saya kira biasa, wajar anak kecil nangis atau takut pas sekolah," ucap Dewa, Sabtu (25/4).

Meski demikian Dewa mengaku kesulitan untuk memastikan apakah anaknya menjadi korban penganiayaan. Hal ini disebabkan karena setiap kali ditanya anaknya belum bisa menjawab.

"Saya tanya dipukul atau tidak. Dia jawab tidak. Kalau di media sosial kan ramai disebut anak-anak didoktrin tidak bilang apa-apa. Kalau memang ada yang melakukan (penganiayaan) saya harap harus dihukum," tutur Dewa.

Rekomendasi