Pemkab Lebak Genjot Ketahanan Pangan Nasional dengan Cetak Sawah Baru 217 Hektare
Pemerintah Kabupaten Lebak berencana mencetak sawah baru seluas 217 hektare pada tahun 2026. Inisiatif Cetak Sawah Baru Lebak ini bertujuan mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengambil langkah strategis dengan mencetak sawah baru seluas 217 hektare pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. Inisiatif ini sekaligus diharapkan mampu mengerek perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan bahwa proyek percetakan sawah baru ini telah melalui studi kelayakan. Tim survei investigasi dan desain (SID) dari akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) telah memastikan kelayakan lokasi. Lokasi sawah baru tersebar di beberapa kecamatan.
Kecamatan Cihara, Gunungkencana, dan Cibeber menjadi fokus utama lokasi pengembangan sawah baru tersebut. Program ini diharapkan dapat dikelola secara optimal oleh kelompok tani. Peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan ekonomi petani menjadi tujuan utama.
Pengembangan Lahan Pertanian untuk Produktivitas Optimal
Rahmat Yuniar menegaskan bahwa Kabupaten Lebak telah lama dikenal sebagai lumbung pangan di Provinsi Banten. Daerah ini memiliki areal lahan baku sawah (LBS) seluas 52 ribu hektare dengan indeks pertanaman (IP) tiga kali tanam dalam setahun.
Dengan IP tiga kali tanam, potensi lahan di Lebak dapat dioptimalkan secara signifikan. Total luas tanam efektif per tahun bisa mencapai 156 ribu hektare. Produksi gabah panen diperkirakan mencapai lebih dari 700 ribu ton.
Penambahan 217 hektare sawah baru akan semakin memperkuat posisi Lebak. Hal ini akan menambah kapasitas produksi pangan secara keseluruhan. Peningkatan ini krusial untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus bertumbuh.
Dampak Positif Cetak Sawah Baru Terhadap Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani
Dari total 700 ribu ton lebih gabah panen, jika dikonversikan menjadi beras, hasilnya mencapai 440 ribu ton. Sementara itu, konsumsi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lebak yang berjumlah 1,5 juta jiwa hanya sekitar 180 ribu ton. Ini menunjukkan surplus yang sangat signifikan.
Kabupaten Lebak mencatat surplus beras sebesar 260 ribu ton setiap tahunnya. Surplus ini tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal. Lebak juga berkontribusi besar dalam memenuhi ketersediaan pangan nasional.
Rahmat Yuniar meyakini bahwa dengan adanya percetakan sawah baru, produksi pangan akan semakin meningkat. Peningkatan ini akan memperkuat posisi Lebak sebagai penyangga pangan. Ini juga akan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Para petani di Lebak menyambut baik inisiatif percetakan sawah baru ini. Mereka berharap proyek tersebut dapat dikelola dengan baik oleh kelompok tani. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
Sumber: AntaraNews