Kementan Gelontorkan Program Cetak Sawah 448 Hektare di Luwu, Perkuat Ketahanan Pangan
Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mendapatkan program cetak sawah seluas 448 hektare dari Kementan RI, sebuah inisiatif strategis untuk mengoptimalkan lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kementan RI mengalokasikan program cetak sawah seluas 448 hektare untuk Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan lahan pertanian demi ketahanan pangan daerah. Program ini akan dilaksanakan mulai tahun 2026 setelah melalui tahap survei dan desain.
Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Makassar, Rustan Massinai, menjelaskan detail program tersebut. Total lahan terbagi menjadi dua paket besar di beberapa wilayah kecamatan. Ini menunjukkan fokus pemerintah pusat terhadap potensi pertanian di Luwu.
Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu, menyambut baik program ini sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk sektor pertanian Luwu yang memiliki area sangat luas. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan petani setempat.
Detail Alokasi dan Tahapan Program Cetak Sawah
Program cetak sawah Kementan di Kabupaten Luwu terbagi menjadi dua paket utama. Paket pertama mencakup wilayah selatan seluas 143,23 hektare yang tersebar di delapan kecamatan berbeda. Sementara itu, paket kedua dialokasikan untuk wilayah Walenrang-Lamasi (Walmas) dengan luasan 304,81 hektare di tiga kecamatan.
Rustan Massinai dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Makassar menjelaskan bahwa pelaksanaan program akan dimulai pada tahun 2026. Tahapan ini diawali dengan survei, investigasi, dan desain (SID) yang telah dilakukan pada tahun 2025. Proses ini memastikan lahan siap tanam dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat petani.
Selain program cetak sawah, pihak balai juga membuka kesempatan untuk usulan optimalisasi lahan. Mereka akan melakukan survei lokasi tambahan guna mendukung pembangunan infrastruktur irigasi. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk pengembangan pertanian yang berkelanjutan di Luwu.
Dukungan Infrastruktur Irigasi untuk Pertanian Luwu
Untuk mendukung keberhasilan program cetak sawah dan optimalisasi lahan, pembangunan jaringan irigasi menjadi prioritas. Tiga jenis kegiatan irigasi telah diajukan dan sedang dalam proses verifikasi serta validasi di tingkat direktorat. Ini merupakan upaya penting untuk memastikan pasokan air yang memadai bagi lahan pertanian.
Proposal yang disampaikan meliputi 23 irigasi tersier, empat irigasi perpompaan, dan tiga irigasi perpipaan. Diversifikasi jenis irigasi ini dirancang untuk menyesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan spesifik di berbagai wilayah pertanian Luwu. Keberadaan irigasi yang memadai sangat krusial untuk produktivitas sawah.
Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam proyek-proyek pertanian ini. Ia berharap agar Kabupaten Luwu terus mendapatkan perhatian khusus dari Kementan, mengingat potensi pertaniannya yang sangat luas. Sinergi ini diharapkan mempercepat realisasi program-program strategis.
Harapan Pemerintah Daerah dan Petani
Pemerintah daerah Kabupaten Luwu menyatakan rasa syukurnya atas program cetak sawah yang diberikan Kementan. Wakil Bupati Muh Dhevy Bijak Pawindu menyampaikan bahwa masih banyak wilayah di Luwu yang membutuhkan program serupa. Ini menunjukkan antusiasme dan kebutuhan mendesak akan pengembangan lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Luwu akan terus aktif mendorong berbagai usulan program demi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap potensi pertanian dapat dimaksimalkan. Dukungan dari pemerintah pusat sangat diharapkan untuk mewujudkan visi ini.
Harapan besar diletakkan pada realisasi usulan-usulan program yang telah diajukan. Dengan adanya program cetak sawah dan perbaikan irigasi, diharapkan produktivitas pertanian di Luwu meningkat signifikan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan petani tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews