Anggaran Cetak Sawah Baru Sulteng 2025 Capai Rp356 Miliar, Targetkan 10 Ribu Hektare Lahan Produktif
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran fantastis Rp356 miliar untuk program cetak sawah baru Sulteng pada tahun 2025, bertujuan menambah luas lahan pertanian hingga 10.180 hektare.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) siap menggenjot sektor pertanian dengan program cetak sawah baru yang ambisius pada tahun 2025. Anggaran sebesar Rp356 miliar telah dialokasikan oleh Kementerian Pertanian untuk inisiatif penting ini. Program ini diharapkan dapat memperluas lahan pertanian produktif di wilayah tersebut secara signifikan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng, Nelson Metubun, mengungkapkan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk membuka lahan seluas 10.180 hektare. Proyek ini melibatkan sembilan kabupaten di Sulteng yang mengajukan diri untuk berpartisipasi. Kerjasama dengan TNI juga akan dilakukan untuk memastikan kelancaran proses pembukaan lahan.
Target penyelesaian program cetak sawah baru ini ditetapkan pada akhir Maret 2026, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan pusat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra pertanian dan tanaman pangan nasional.
Detail Anggaran dan Skema Biaya Cetak Sawah Baru
Program cetak sawah baru di Sulteng pada tahun 2025 mendapatkan alokasi anggaran yang substansial dari Kementerian Pertanian, mencapai Rp356 miliar. Dana besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di daerah. Setiap hektare lahan yang akan dicetak memiliki skema biaya yang bervariasi.
Nelson Metubun menjelaskan bahwa biaya cetak sawah baru per hektare berada di kisaran Rp27 juta hingga Rp35 juta. Variasi biaya ini sangat bergantung pada kondisi vegetasi dan tingkat kesulitan medan selama pelaksanaan program. Penyesuaian anggaran per hektare memastikan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan dana.
Dengan total anggaran Rp356 miliar, program ini diharapkan mampu mengoptimalkan pembukaan lahan baru. Rincian biaya per hektare yang fleksibel memungkinkan penyesuaian terhadap tantangan lapangan. Hal ini penting untuk keberlanjutan dan keberhasilan proyek cetak sawah baru.
Lokasi dan Tahapan Pelaksanaan Program Cetak Sawah
Program cetak sawah baru ini akan menyasar sembilan kabupaten di Sulawesi Tengah yang telah mengajukan permohonan. Kabupaten-kabupaten tersebut meliputi Sigi, Donggala, Tolitoli, Buol, Parigi Moutong, Morowali Utara, Tojo Una-una, Banggai, dan Poso. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi pertanian dan kebutuhan pengembangan lahan.
Pelaksanaan program cetak sawah akan dibagi menjadi dua kloter utama untuk efisiensi. Kloter pertama alokasi dananya dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap satu untuk 5.000 hektare dan tahap dua untuk 5.180 hektare. Pembagian ini memungkinkan pengelolaan proyek yang lebih terstruktur dan terukur.
Kerja sama strategis juga akan dijalin dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pekerjaan pembukaan lahan. Keterlibatan TNI diharapkan dapat mempercepat proses dan memastikan kualitas pengerjaan di lapangan. Sinergi ini menjadi kunci sukses dalam mencapai target luas lahan yang ditetapkan.
Manfaat dan Target Peningkatan Luas Baku Sawah di Sulteng
Program cetak sawah baru ini memiliki manfaat signifikan bagi sektor pertanian Sulawesi Tengah. Dengan penambahan 10.180 hektare lahan baru, total luas baku sawah di Sulteng akan mencapai 136.180 hektare. Peningkatan ini akan memperkuat kapasitas produksi pangan daerah.
Peningkatan luas baku sawah ini diharapkan dapat menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah sentra pertanian dan tanaman pangan utama di Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan nasional. Produktivitas lahan yang lebih luas akan berdampak positif pada ekonomi lokal.
Pekerjaan cetak sawah baru ditargetkan selesai pada akhir Maret 2026. Dengan target yang jelas dan dukungan penuh dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memberikan keuntungan besar bagi masyarakat petani. Keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan pertanian Sulteng.
Sumber: AntaraNews