Progres Cetak Sawah Baru Donggala Capai 320 Hektare, Target 800 Ha Rampung 2025
Program cetak sawah baru di Donggala, Sulawesi Tengah, telah mencapai 320 hektare atau 40% dari target 800 hektare. Pemerintah setempat berupaya keras mengatasi tantangan demi ketahanan pangan.
Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mencatat kemajuan signifikan dalam program cetak sawah baru. Hingga saat ini, progres pembukaan lahan telah mencapai 320 hektare. Angka ini setara dengan 40 persen dari total target yang ditetapkan.
Program strategis ini bertujuan untuk memperluas lahan pertanian produktif di wilayah tersebut. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyatakan bahwa target keseluruhan program adalah 800 hektare. Inisiatif ini tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Sojol, Pinembani, Sirenja, Sindue Tombusabora, Labuan, dan Banawa Selatan.
Pelaksanaan pembukaan lahan telah dimulai di beberapa titik, dengan Pinembani menjadi wilayah terluas yang digarap. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan lokal. Target penyelesaian program ditetapkan pada akhir tahun 2025.
Progres dan Target Perluasan Lahan Pertanian
Kabupaten Donggala mendapatkan alokasi program cetak sawah baru seluas 800 hektare pada tahun ini. Progres pembukaan lahan telah mencapai 320 hektare, menunjukkan komitmen pemerintah daerah. Wilayah Pinembani menjadi fokus utama dengan alokasi lahan mencapai 573 hektare.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menjelaskan bahwa pembukaan lahan di Pinembani telah menggunakan lima unit alat berat. Selain Pinembani, wilayah Labuan Kungguma juga telah menyelesaikan proses pembukaan lahan. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi ketahanan pangan daerah.
Program cetak sawah baru ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025. "Kita harus kejar target minimal Januari tahun depan sudah bisa mulai menanam, jadi fokus saat ini pembukaan lahannya," ujar Vera. Target ini menunjukkan urgensi pemerintah dalam mempercepat ketersediaan lahan pertanian.
Tantangan Mobilisasi Alat Berat dan Solusi Pemerintah
Salah satu kendala utama dalam pelaksanaan program cetak sawah baru adalah mobilisasi alat berat. Kondisi medan yang cukup sulit, khususnya di Pinembani, menjadi tantangan signifikan. Hal ini memperlambat proses pembukaan lahan di beberapa area.
Di wilayah Sirenja, misalnya, progres pembukaan lahan masih belum tuntas karena kekurangan alat berat. Menanggapi hal ini, Bupati Vera Elena Laruni telah memerintahkan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan setempat. Perintah tersebut adalah untuk meminta penambahan alat berat kepada pihak penyedia.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses cetak sawah baru di seluruh wilayah. Dengan penambahan alat berat, pemerintah optimis dapat mengatasi hambatan geografis. Percepatan ini krusial untuk mencapai target penanaman pada awal tahun depan.
Kontribusi Donggala dalam Program Cetak Sawah Regional
Program cetak sawah baru di Donggala merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar di Sulawesi Tengah. Secara keseluruhan, program cetak sawah baru di provinsi ini diproyeksikan mencapai 10.180 hektare pada tahun 2025. Donggala berkontribusi signifikan terhadap target regional ini.
Selain Donggala, beberapa kabupaten lain juga terlibat dalam program ini. Kabupaten-kabupaten tersebut meliputi Tojo Una-una, Tolitoli, Buol, Poso, Sigi, Banggai, dan Parigi Moutong. Kolaborasi antar daerah ini menunjukkan upaya kolektif untuk memperkuat sektor pertanian.
Luas lahan sawah eksisting di Kabupaten Donggala saat ini tercatat seluas 9.045,14 hektare. Penambahan 800 hektare lahan baru akan secara substansial meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah. Ini menegaskan peran penting Donggala dalam mendukung ketahanan pangan regional dan nasional.
Sumber: AntaraNews