Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat capaian signifikan dalam program cetak sawah baru. Hingga saat ini, progres pembukaan lahan telah mencapai 303 hektare dari total target 1.200 hektare yang dialokasikan untuk tahun 2025.
Program strategis ini bertujuan untuk memperluas area pertanian produktif di Sigi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Meskipun demikian, Kepala Dinas TPHP Sigi, Afit Lamakarate, mengungkapkan adanya sejumlah kendala dan tantangan di lapangan yang perlu diatasi untuk mencapai target.
Pelaksanaan program cetak sawah baru ini melibatkan peran aktif Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Kodim 1306 Kota Palu. Keterlibatan ini memastikan proses pembukaan lahan berjalan efektif dan efisien, dengan harapan lahan yang dibuka langsung siap untuk ditanami padi.
Advertisement
Advertisement
Progres program cetak sawah baru di Kabupaten Sigi menunjukkan angka 303 hektare yang telah menandatangani kontrak dari total alokasi 1.200 hektare. Angka ini menandai langkah awal yang positif dalam upaya peningkatan luas lahan pertanian di wilayah tersebut.
Namun, Afit Lamakarate menyampaikan bahwa terdapat sejumlah kendala dan tantangan di lapangan, terutama terkait waktu. "Jadi memang waktunya terbatas karena targetnya itu sampai 30 November namun memungkinkan 50 hari lagi sebagai waktu tambahan dalam persyaratan kontrak tersebut," ujarnya.
Pelaksanaan teknis pembukaan lahan cetak sawah baru ini dipercayakan kepada TNI AD melalui Kodim 1306 Kota Palu. Program ini dirancang agar lahan yang selesai dibuka langsung siap untuk ditanami padi, sehingga tidak ada jeda waktu yang terlalu lama antara pembukaan lahan dan proses penanaman.
Advertisement
Advertisement
Cetak sawah baru seluas 303 hektare yang telah mencapai progres signifikan ini tersebar di beberapa kecamatan. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Lindu, Dolo Selatan, Dolo, Sigi Kota, dan Marawola, menunjukkan pemerataan upaya pengembangan pertanian di berbagai wilayah Sigi.
Dari total alokasi 1.200 hektare untuk tahun 2025, wilayah Lindu mendapatkan porsi terbesar dengan rencana cetak sawah baru mencapai 900 hektare. Meskipun demikian, Afit menyebutkan bahwa di kawasan Lindu, masih terdapat kendala akses jalan menuju lokasi cetak sawah baru. "Tersisa 500 meter lagi menuju lokasi, baru alat berat untuk melakukan pembukaan cetak sawah baru itu tiba di lokasi yang sudah ditentukan di Lindu," jelasnya.
Meskipun ada tantangan, rencana penanaman padi di lokasi cetak sawah baru sudah mulai terlihat. "Insya Allah dua pekan ke depan kita sudah mulai penanaman di lokasi sawah baru dan berdasarkan laporan sudah siap dilakukan penanaman di wilayah Dolo," kata Afit. Hal ini menunjukkan komitmen untuk segera memanfaatkan lahan yang telah dibuka.
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Sigi mendapatkan alokasi kegiatan cetak sawah baru tahun 2025 yang mencapai 1.200 hektare. Program ini mencakup Kecamatan Lindu, Dolo, Dolo Selatan, Sigi Kota, Marawola, dan Palolo. Berdasarkan data Dinas TPHP Sigi, luas baku sawah (LBS) di Sigi hingga Desember 2024 mencapai 15.280 hektare, menunjukkan potensi besar untuk pengembangan pertanian lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews